Selasa, 21 Juli 2020

SK dari Allah

πŸ˜ƒ Bismillah πŸ˜ƒ

SK langsung dari Allah, jadi jangan dititip lagi.
kata yang berada dilubuk hati. selalu tergiang setiap saat. membersamainya hingga ia beranjak.
menemani sepenuh hati hingga ia berusia 3 tahun 3 bulan. saat memutuskan ia bersekolah di usia itu, ada komitmen untuk menemani langkahnya.

1 pekan setelah ia masuk sekolah, ada panggilan untuk bekerja diranah publik. tapi tetap prioritaskan bersamanya. menemaninya menghafal dan terus melangkah. Allah memberi ujian dengan  rezeki yang terus bertambah, bertambahnya amanah diranah publik. hingga ada waktu yang ia hanya mendapatkan waktu sisa (bukan prioritas lagi).

ada hati yang bergejolak, selalu bertanya pada diri sendiri. apa benar langkah yang diambil selama ini?pertimbangan yang membuat ragu melangkah di ranah publik. dari semua tugas yang ada "ia" adalah alternatif terakhir untuk didelegasikan.

Grafik perkembangan belajarnya pun mengalami penurunan. tidak seperti di masa awal masuk sekolah. duduk sejenak, ingat komitmen awal. berusaha memperbaiki. mencoba cara yang baru. ternyata istiqomah itu sulit "butuh perjuangan extra". berkali - kali kata "menyerah" menghampiri. tidak, mungkin cuma butuh istirahat sebentar.

Teringatlah semua nasehat yang ada :
cobaan menghafal quran itu, rezeki bertambah hingga dihadapkan pilihan bertahan atau berhenti menghafal. dulu, ada anak yang masyaAllah hafalan nya. rezeki orangtuanya terus bertambah hingga ia berhasil memenangkan project di daerah lain. dan mengharuskan anaknya ikut bersama nya dan berhenti menghafal (sekolah tahfiz).

pagi ini, banyak pertanyaan dalam hati yang tak mampu dijawab. dalam setiap langkah, kutanyakan padaNya. apa yang salah?. rekaman komitmen awal menemani langkahnya, melihatnya saat ini yang tertinggal dari temannya membuat banyak pertanyaan. butuh duduk sejenak. butuh merenung. terkadang ingin bertanya pada rekan senior "apa yang membuatnya bertahan di ranah publik?".

bukannya sama saja?ranah domestik dan ranah publik?
sama2 bekerja?dulu diranah domestik "bisa belajar apa saja sesua kebutuhan keluarga". saat ini diranah publik "terbatas belajarnya, cukup mempelajari sesuatu yang dianggap perlu untuk kebutuhan negara". apakah ini tentang penerimaan keluarga, masyarakat kepada kita?apakah semua hal perlu dibuktikan?

Awal melangkah diranah publik hatiku terus berkata "semoga bisa bermanfaat hari ini" karena yang dikorbankan tak ternilai harganya. pagi ini sempat terpikir "berdamailah dengan keadaan, tak ada yang perlu disalahkan. semua keputusan memiliki resiko". berdamailah, apabila ia harus didelegasikan. cobalah, perbaiki niat, ingat komitmen awal tadi?

dulu saat ditanya kenapa mendaftar "pns"?jawaban nya simple karena "mama"
saat ini saat disapa, "wahhh sudah pns, sudah banyak asetnya ini" dengan mudah terucap "ah tidak, semuanya karena ingin memberikan ia fasilitas supaya menjadi "hafiz quran"

yah. mungkin hanya perlu memperbaharui niat.
niat itu, di awal, ditengah dan diakhir. tugas kita hanya perlu memperbaharui niat setiap saat untuk bertahan. bertahanlah nak. tidak ada yang berubah. kami tetap menemani langkahmu.

Uwais 6 tahun 1 hari
Politeknik ATI Makassar





Senin, 25 Mei 2020

Berbahagialah

😊 Bismillah 😊

Semua punya masa, semua punya waktu
ada masa ketika melirik baju baru pun tak mampu. ada masa mendapatkan baju baru tanpa diminta. ada masa ketika baju baru merupakan simbol kemenangan.

Sepintas ada protes, untuk apa baju lebaran?mau dipakai kemana?orang lebaran dirumah saja untuk apa bergaya?sapanya saat kami meminta pendapat tentang beberapa pilihan baju. sangat menggiurkan dibulan ramadhan banyak pilihan baju bagus dibanding bulan biasanya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, janganlah membeli baju online H-10, fatal. tidak ada sesi foto2 karena salah satu personel, bajunya masih otw πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. jadilah tahun ini beli bajunya di H-27. awalnya tidak ada rencana untuk membeli baju dengan model yang sama. tapi karena disalah satu ig andalan adiks ada model baju yang biasa saja tidak begitu feminim. jadilah pertanyaan pertama tertuju padanya. salah satu personel yang jarang menggunakan baju model tunik. ia setuju melihat model baju tersebut dan memang ada warna yang pas baginya. jadilah kami memilih warna sesuai karakter masing-masing. adegan tangkis menangkis, subsidi silangpun terjadi. ilmu matematika digunakan semaksimal mungkin untuk memperhitungkan semuanya. mengingat tanggal launching baju di web adalah tanggal tua.hahahaahaha.

Walaupun lebarannya dirumah saja, pantas bila ingin merayakan dengan baju baru (ini doktrin masa kecil, saat lebaran selalu dibelikan baju couple). satu bulan berjuang, bukan perjuangan yang mudah. tidur jam berapapun harus bangun diwaktu sahur. walaupun puasa, aktivitas berjalan seperti biasa. ada yang harus mengerjakan tugas kantor dirumah (stand by depan laptop menanti surat untuk dibalas), ada yang mengerjakan tugas kuliah di malam hari (harus begadang kerja tugas karena antri gunakan laptop), ada yang terus mengetik untuk menyelesaikan pekerjaannya. bahkan ada yang berhasil 28x bangun sahur diramadhan kali ini (biasanya hanya hitungan jari, memilih makan sebelum tidur saja karena sahur itu butuh perjuangan extra untuk membuka mata).

Setiap orang punya standar kebahagiaannya masing-masing. kami memilih menggunakan baju baru dilebaran kali ini untuk merayakan kemenangan dan menghargai perjuangan kami. Walau sesungguhnya kemenangan itu hanya "Allah yang mengetahui".

Tentang THR, kondisi tiap tahunnya berbeda. tahun lalu mungkin yang PNS mendapat lebih (gapok 
+ tunkin). yang swasta hanya dapat sekian (karena belum associate). Alhamdulillah tahun ini yang PNS (hanya dapat gapok) ternyata yang swasta dapat lebih (sudah associate, + dapat dana tambahan dari industri karena wabah). kondisi yang patut disyukuri disaat banyaknya karyawan yang dirumahkan. dimana-mana PHK. ternyata masih ada industri yang memperhatikan karyawan. ada industri yang justru memberi hadiah lebaran lebih dari biasanya karena masa pandemi. industri yang menghargai kerja setiap karyawan. melihat mereka adalah aset yang harus dijaga.

THR???adegan yang sama terjadi tahun ini.
tahun lalu saat nenek memberikan THR "ia menolak, tidak mengambil". yah do'i belum mengerti uang dan nilainya (sakit pala emmaknya). tahun ini???yah mirip2 lah. pembagian THR dari nenek belum dimulai kalau belum ada sang cucu tunggal.hahahahaha (membuat gelisah tante dan om yg sedari tadi menunggu pembagian THR). saat nenek memberikan THR untuk beli tas sekolah baru lagi-lagi do'i menolak, tidak mengambil (kali ini langsung diambil alih oleh emmaknya, tidak mau rugi dong). karena do'i belum mengerti uang dan nilainya.

Saat telponan sama om mamad dijayapura, hal sama terjadi. apa itu THR?kalau bisa ki jawab ku kasi ki THR, dan do'i jawab THR adalah UANG 😣😣😣. pas ditanya mau ki dapat THR berapa?do'i jawab dengan polosnya "SERIBU" (biasa belanja di mas kokek kokek uang yg dibutuhkan seribu duaribu dah cukup). #pelajaranuntuktahundepan sebelum kerumah nenek ajari apa itu THR dan turunannya. ketika ada yang kasi THR langsung ambil nak. ketika ada yang tanya nilainya langsung sebut sekian nak.

Berbahagialah nak, uwais pantas merayakan kemenangan hari ini. uwais sudah berhasil puasa setengah hari selama 7x dan puasa full selama 23 hari. uwais lahir dibulan ramadhan, berarti ramadhan kali ini uwais sudah 6 tahun (kalender hijriah). kalau berdasarkan masehi uwais masih berumur 5 tahun 10 bulan. uwais memilih tetap puasa walaupun tidak bangun sahur (puasa setengah). uwais berhasil bangun sahur 28x dengan kondisi stabil. bangun tidak pakai drama. bangun langsung pi makan. makanpun apa yang ada. "kalau ada" bebek atau rendang sahurnya lahap. kalau ada ikan kering tetap sahur dong. kalau ada susu kambing alhamdulillah. kalau tidak ada, teh hangat + biskuit juga oke. puasa setengah harinya itu karena:
1. hari pertama puasa, cek cek kekuatan dulu dengan puasa setengah
2. do'i ngiler puding yang ada di kulkas
3. do'i ngiler susu ultra hadiah dari nenek yang ada di kulkas
4. tidak sahur
5. diwaktu ashar nenek kasian liat uwais murojaah dengan kondisi lemas, jadilah nenek pi buatkan teh dan buatkan nasi goreng
6. tidak sahur
7. do'i mengukur kemampuannya sendiri tidak mampu puasa full. minta puasa setengah saja hari itu.

Setelah buka puasa di hari terakhir, uwais berhak bermain game di tab andalannya. jadilah uwais ajari umminya main game dimalam takbiran. Berbahagialah nak. uwais berhak merayakan kemenangan hari ini. Nenek juga berhak merayakan kemenangan hari ini. mama ayoo foto, ajakan yang membangunkan tidur pulasnya dikursi. "janganmi saya deh", ayooo mi maa' 1x 1 tahun ji ini. sekian detikji. mama beranjak pi lemari kamar mengambil jilbab. rahmat rahmat, foto dule. ganggu rahmat yang lagi bicara ma temannya di depan rumah dengan kostum santainya (kaos + celana pendek). karakter laki-laki memang cuek. rahmat, abdulrahman, aby nya uwais hanya menggunakan pakaian lama tapi tetap merayakan kemenangan hari ini. 

Taqabbalallahu minna wa minkum

2 syawal 1441 H
BTP blok G no. 139 Makassar


Rabu, 22 April 2020

Tantangan yang berbeda

πŸ˜€BismillahπŸ˜€


Setiap keluarga memiliki tantangannya masing-masing. work from home disetiap rumah itu berbeda. ada yang memanfaatkan dengan mencoba berbagai masakan. ada yang berbahagia karena bisa berjamaah sholat dengan suami. ada yang asyik ikut kursus online. ada yang fokus dengan tumbuh kembang anak. emm, ada yang seru-seruan nonton drama korea.

dulu nih yah. pernah bercita-cita bisa tetap bekerja walaupun dirumah. dengan maksud supaya keluarga tidak terabaikan. dan kini Allah mewujudkannya. namun tidak sesimple yang ada dibayanganku waktu itu.

materi di institut ibu profesional kelas matrikulasi masih terekam jelas. dan mencoba menerapkannya  dikondisi saat ini. berusaha profesional di jam kerja dengan tetap mengerjakan tugas kantor. di jam istirahat digunakan mencuci piring/masak/cuci pakaian. sore harinya harus sigap ketika abu uwais pulang kantor, siapkan cairan pembersih untuk semprot rumah, siapkan baskom dan sabun untuk rendam pakaian yang dipakai dari kantor, bahkan di awal2 wfh buat standar sendiri dengan langsung cuci pakaiannya. malam hari baru bisa temani uwais murojaah dan mengerjakan tugas sekolahnya yang juga (learning from home)

paragraf di atas adalah kondisi ideal. mau turunkan standar, berpikir keras karena saat ini kami melawan wabah. kondisi lika likunya "ada ia yang aslinya ngekor, selang beberapa menit akan ada teriakan ummmiiiiii". pernah mengisi kuliah online ia datang dengan redaksi "lapar ka ummi", pernah saat menjelaskan materi via zoom ia hadir dengan kata "lapar sekali ma ummi". ada ia yang ikut begadang saat seru-serunya kerja laporan. karena kasian pernah jam 8 malam kami harus tidur dengan maksud saat ia tertidur, saya bisa leluasa kerja tugas. walaupun sempat ikut tertidur, jam 10 malam diam2 saya bangun dan beranjak ke depan laptop dan yang terjadi adalah "ia pun ikut terbangun dengan alasan lapar" heh???sebelum tidur kan makan + minum susu. tidur 2 jam bisa membuat lapar kah? beberapa kali saat bangun dini hari, ia pun ikut bangun. terlalu indah rasanya masa ini untuk diselesaikan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

12 - 14 maret 2020 dapat tugas dinas ke anyer, banten. sabtu siang 14 maret sudah di makassar. besoknya status banten adalah KLB (kejadian luar biasa) untuk wabah ini. senin dan selasa tetap masuk kantor rabu mulai work from home. yah disinilah tantangan itu dimulai.

saya yang berstatus odp resiko sedang (kata satgas covid-19 sulsel) lewat telpon "karena dari daerah pandemik" diharapkan karantina mandiri dirumah. yah saya menjalaninya dengan baik. 18 maret 2020 sampai hari ini saya belum pernah keluar rumah.

3 April 2020, abu uwais mengabarkan "ada temannya yang pdp" selama ini selalu bersama tugas penyemprotan desinfektan. saat ini temannya sudah diisolasi di rumah sakit. SOP dirumah makin diperketat. minuman probiotik siklus menjadi wajib. minta tolong mama di btp untuk dibuatkan sarabba setiap 2 hari dan abu uwais memilih tidur diruang tamu saat itu juga. untuk melindungi kami supaya tidak menjadi korban.

2 pekan telah terlewati dengan penuh perjuangan. bahagia rasanya masih bisa bertemu jumat 17 April 2020. rasa syukur yang luar biasa. tapi kondisi keluarga kami masih tahap waspada karena abu uwais masih tetap beraktivitas dikantor. walaupun saat ini status makassar PSBB. justru do'i tambah sibuk semenjak PSBB. banyak laporan yang harus di selesaikan dikantor.

ia perawat dan juga polisi, kantornya tepat dibelakang rs bhayangkara. di bulan maret lalu awal-awal work from home diberlakukan. masih ingatkan kasus di rajawali itu? do'i hampir tiap hari dapat tugas penyemprotan cairan desinfektan. teknisnya do'i menggunakan APD bekas "syukurnya saat do'i bertugas penyemprotan cairan desinfektan di daerah rajawali itu, cuaca cerah (terik matahari)" walaupun katanya cahaya matahari belum terbukti dapat membunuh virus itu.

kondisi kami juga masih fluktuasi. kadang flu (karena ada riwayat alergi di hidung). bahkan 3 hari ini sakit tenggorokan (mungkin pengaruh gorengan). biasa obatnya hanya susu kambing, minum 3 gelas yang hangat + istirahat, flu atau sakit tenggorokan nya hilang. tapi stok susu kambing saat ini rata2 kosong 😒

Terima kasih kepada teman-teman yang mampu berbaik sangka atas ketidakmaksimalan kami dalam menjalani tugas. untuk teman-teman yang belum mampu berbaik sangka untuk itulah tulisan ini dibuat.

Maaf, karena belum mengunjungimu disaat berduka
Maaf, yang hanya rajin mengabsen itupun kadang terlambat
Maaf, karena tidak maksimal menemanimu belajar dirumah
Maaf, bila ada janji yang belum terpenuhi
Maaf, karena tidak bisa turun langsung dalam kegiatan penting ini

Bisa bertahan sejauh ini saja kami sangat bersyukur 

Marhaban Yaa Ramadhan
Ya Allah pertemukanlah kami dengan Ramadhan

22 April 2020
Aspol Panaikang yang digerbangnya sudah ada pos dan babang gojek/grab sudah dilarang masuk




Jumat, 10 April 2020

Rasa yang Dalam

πŸ˜€BismillahπŸ˜€

Rasa sayang yang tak terucap tapi rasanya kekal sebagai pengingat untuk terus menjadi sholehah.
Ya ada rasa yang mendalam hingga detik ini. rasa penyesalan yang menjadi titik balik setiap orang.

sedikit mengenang, waktu pelatihan tabarok di surabaya lalu. 3 orang teman sekamarku semuanya dari semarang. kami saling bertukar cerita kenapa bisa sampai ikut pelatihan ini? satu orang diantaranya adalah sosok ibu bagi kami karena usia beliau hampir seusia orangtua kami. ia pun bercerita kisah hijrah nya yang berawal dari meninggalnya anak pertama yang saat itu berusia 7 tahun karena sakit (salah penanganan, dokter salah diagnosis). ia ingin bersama anak nya di surga. karena anak yang belum baligh itu sudah dijamin surga untuknya. sedangkan saya (ibu itu) belum tentu masuk surga. itulah salah satu alasan kuat ibu itu ikut pelatihan tabarok. ingin bermanfaat (punya amalan yang bisa mengantarkannya ke surga kelak bertemu dengan ananda ajeng). ibu ini sudah punya rumah quran di rumahnya. ikut pelatihan ini untuk upgrade diri supaya pengelolaan rumah quran lebih maksimal.

satu orangnya adalah dokter. ia datang terlambat karena tidak dapat ijin ikut pelatihan tabarok dari atasan. dan satu orangnya lagi memiliki kisah yang sama dengan ku. yah...sama...titik balik kami adalah "bapak". bapaknya meninggal karena sakit gula. karena rasa yang dalam ia ada di jalan ini dan istiqomah. ia ikut pelatihan ini untuk bisa membuat rumah quran yang akan menjadi amal jariyah terus mengalir ke orangtua terutama "bapak".

karena Rasa yang Dalam itu, ada anak perempuan yang langsung menggunakan jilbab di saat pemakaman bapak dan menjadi titik baliknya. Hari yang datang dan ia belum siap menghadapinya. ada ia yang hanya mampu meneteskan air mata tapi tak mampu bersuara.

Yah, hari itu adalah hari yang tak pernah kusangka akan datang menghampiriku.
semuanya berjalan normal seperti biasanya. di pagi hari bapak mengantarku ke kampus dan mengantar adik2 ke sekolah disaat itu anty masih maba (semester 1 diunhas). seperti biasa saat sampai dikampus anty salim dan bapak berpesan "belajar yang baik nah". setelah itu bapak melanjutkan mengantar ammy ke sekolah. bapak singgah di rumah nenek dan mengantar tante (adiknya bapak) pergi arisan keluarga. sorenya anty menelpon ke rumah untuk dijemput dikampus. bapak seperti biasanya menjemputku dikampus. sampai dirumah kami bercerita seperti biasa. anty melaporkan semua aktivitas dikampus seharian itu hingga pukul 07.00 malam.

karena lelah, anty tertidur. jam 10.00 malam tetangga membangunkan, mengabarkan kalau "bapak telah meninggal". tak langsung berucap innalillah. ada rasa yg tak masuk di akal. hingga suara ambulans itu terdengar semakin dekat. dsaat itulah bibir ini mampu mengucap "innalillah".

saat anty naik ke kamar untuk istirahat, ternyata bapak merasa sakit perut, mama yang melihat keadaan berbeda dari biasa nya langsung minta tolong ke tetangga untuk minta diantar ke rs wahidin. sesampainya di rs tidak lama beliau menghembuskan nafas terakhirnya. yang melihat kejadian itu  hanya mama dan adik uni. yang lain nya di rumah, tertidur dikamarnya masing2. bapak hanya numpang pergi di rs belum sempat diperiksa.

Ada air mata yg keluar tapi tak ada suara. ada jilbab yang terpasang dan mulai menggunakan nya dihari itu. Ada penyesalan yang mendalam yang tak tersampaikan.

yah penyesalan yang mendalam. sesaat sebelum naik ke kamar untuk tidur. anty sempat melawan ke bapak saat minta ijin ingin keluar beli sabun. bapak tidak mengijinkan "anak gadis tidak baik keluar malam" sapa nya. tapi anty menjawab "tidakji pak, dekatji, sebentar ji" kemudian melanjutkan langkah. tak disangka itu adalah percakaan terakhir kami.

semua telah terjadi, anty pun tidak bisa mengulang segalanya sesuai keinginan. semua telah menjadi takdirNya. 13 nov 2007 bapak meninggal, 14 nov 2007 pemakaman, 15 nov 2007 anty sudah masuk kampus menggunakan jilbab (walaupun jilbab pinjaman). berusaha memulai langkah untuk menjadi lebih baik. mengingat pesan bapak "belajar yang baik nah?" selalu tergiang ditelinga. inilah alasan mengapa anty bisa survive menyelesaikan kuliah s1 saat itu.

bersyukur punya banyak teman yang sholehah. anty mulai ikut tarbiyah untuk bisa tetap mengalirkan pahala ke bapak. semua hal yang baik semua dimulai dari rasa yang dalam itu hingga detik ini saat tulisan ini dibuat. rasa yang dalam yang tak pernah pudar oleh waktu. 13 nov 2019 lalu. anty sempatkan ke kuburan bapak saat pulang kantor. masih ada air mata yang menetes tapi tak mampu bersuara.

ada kata "maaf" yang tak sempat terucap, maafkan anty yang tidak peka. banyak hal yang tak kusadari. ada ia yang selalu menatapku lebih lama saat itu, ada ia yang bertanya "kenapa hanya mama yang dicari pas pulang kampus?" sapanya diruang tamu. ada perhatian luar biasa yang melarangku keluar malam saat itu. "maafkan" maafkan anty yang belum bisa bersikap dewasa saat itu.

Rasa yang Dalam
Rasa sayang yang tak terucap tapi rasanya kekal sebagai pengingat untuk terus menjadi sholehah

10 April 2020
Aspol Panaikang Makassar




Rabu, 22 Januari 2020

Impian Sederhana

πŸ˜€ Bismillah πŸ˜€

Banyak hal yang bisa menjadi cita-cita atau impian kita seperti lanjut kuliah, dll, tapi kali ini impianku sederhana yaitu bisa menyelesaikan pelatihan data science dan "bisa mengantar jemput uwais ke sekolah"

yah, sesederhana itu
karena ku tau, orang yang merasa paling kehilangan setelah satu tahun terakhir ini adalah "Uwais"
dari isi blog ini bisa terlihat, ditahun 2017 isi blog ini hanya kegiatan bersama uwais. kami selalu bermain bersama dan melakukan banyak hal. di akhir tahun 2017 uwais mulai masuk Rumah Quran di usia nya 3 tahun 3 bulan. 1 pekan setelah uwais masuk sekolah, anty dapat telepon dari dosen dikampus untuk membantunya menyelesaikan proyek. disinilah semua langkah itu dimulai.

Awal Tahun 2016
anty yang telah menyelesaikan ujian meja di program pasca sarjana pada tanggal 7 januari 2016, dan belum mengurus sesuatunya untuk wisuda sampai akhir 2017 itu semua karena saat itu anty berpikir ingin kembali ke rumah saja, fokus mengurus keluarga dengan baik. disisi lain ada mama yang terus mengirimkan pesan wa yang isinya itu itu saja "tentang lowongan pekerjaan". dalam hati berkata "mama sepertinya melihat anty tidak laku sekali, seolah-olah selalu daftar kerja dan hasilnya tidak lulus" padahal ijasah pasca saja belum diurus dan memang selama 2 tahun terakhir ini tidak mendaftar dimana-mana hanya fokus di rumah cuci piring, cuci baju, dll.

Awal Tahun 2018
Saat kembali ke kampus, selain bisa bantu dosen, disini ada kesempatan untuk mengurus wisuda. Alhamdulillah bisa wisuda di Maret 2018. ijasahpun langsung diterima saat wisuda. mama senang sekali dengan semua ini, sampai2 mama mau buat acara syukuran. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†. yah dibuatlah acara syukuran demi menyenangkan hati mama.

selama kembali ke kampus, antar dan jemput uwais di sekolah tetap menjadi prioritas. punya kegiatan di ranah publik itu rasanya melelahkan. hingga suatu hari berpikir pantas banyak orangtua yang ketika sampai dirumah yang dilakukan hanya marah karena lelahnya ia seharian bekerja. anaklah yang selalu menjadi objek.

setiap pulang dari kampus, selalu saya sempatkan singgah dimasjid cheng ho untuk sholat dan istirahat sejenak. melepas lelah supaya bisa kembali fresh ketika sampai dirumah.

Akhir Tahun 2018
sekitar bulan september - oktober 2018 ada penerimaan CPNS. mama dengan antusiasnya memberi tau. yah saya merasa tertantang karena tahun lalu ada adik yang lulus CPNS. Sempat bertanya ke mama "bagaimana dengan uwais???kalau anty lulus???" dengan simple mama menjawab "jangan jadikan uwais alasan". 25 Desember 2018 pengumuman. Alhamdulillah anty lulus.

2019
Prosesi antar jemput uwais selama tahun 2019 harus didelegasikan. yah semua tentang uwais adalah hal yang paling sulit rasanya didelegasikan. awalnya uwais merasa berbeda. ia bisa siap lebih awal dan menunggu di luar rumah lalu memilih ingin diantar sama umminya. sesekali menjelaskan "maaf uwais, ummi belum bisa antar ais hari ini, ais sama kakak dita nah" bahkan pernah uwais naik dimotor dan bilang "ummi sampai gerbang saja" yah uwais naik dimotorku sampai gerbang dan lanjut ke kakak dita untuk ke sekolah. Selama 1 tahun terakhir ini mengantar jemput uwais hanya bisa dihitung jari 1 atau 2 kali saja dari 425 hari kerja (365 hari - 120 hari)

2020
13 Januari 2020 - 3 Februari 2020 ada pelatihan data science di menara kadin, jakarta
1 pekan sebelum berangkat dinas. memaksimalkan waktu bersama uwais. sempat membawanya ke taman dan bercerita "uwais, untuk ajar kakak-kakak yang ada dikampus, ummi juga harus belajar. tapi kali ini belajarnya jauh dijakarta. uwais tetap harus telpon ummi nah, kita murojaah bersama lewat telepon saja. 1 pekan saat dinas tidak ada masalah. bahkan ia sampai tertidur saat murojaah bersama. pekan keduanya. saat selesai murojaah ia tak mengeluarkan sepatah katapun hanya memandangiku dan yah dia mengeluarkan air matanya. "tinggal 14 hari lagi uwais" kataku. ternyata membuatnya makin sedih. terpaksa kumatikan telepon. dalam hati berkata "yah anak laki-laki boleh menangis nak".

Uwais adalah kekuatanku
semua kejadian besar yang ku alami. Uwaislah kata kuncinya. emmm...contoh kasusnya seperti ini : saat besok tes cpns, malamnya temani ais murojaah(walaupun masih banyak latihan soal yang belum ku selesaikan). saat besok akan presentasi seminar internasional, malamnya temani uwais murojaah (walaupun slide presentasinya belum selesai). yah dengan temani uwais murojaah hati bisa netral.

Uwais, Insya Allah ummi pulang tanggal 4 Februari 2020
pukul 00:05 ummi tinggalkan jakarta supaya bisa tiba di makassar 03.20
yah, supaya bisa mengantar uwais ke sekolah

22 Januari 2020
Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Jakarta Selatan


Senin, 26 Agustus 2019

Tes yang harus Kuselesaikan

πŸ˜ƒ Bismillah πŸ˜ƒ

Detik itu, saya pun berpikir...
Mungkin kh ada tes yang harus ku selesaikan?
Sudah 10tahun...Bgmn klo ada penerimaan kemkominfo? Boleh ka coba ikut? Utk selesaikan tes ku tempo hari?
Sekalipun kelak hasilny sama (tidak lulus)  setidaknya saya sudah coba menyeselesaikan tes ku dengan suasana hati yang lebih tenang daripada tes sebelumnya. Dan bisa berkata ke bapak dengan santainya "bukan rezkiku disana pak"

http://juliantihabibuddin.blogspot.com/2017/11/ada-memori-yang-masih-sensitif.html


Tulisan 3 November 2017 itu membuka memori sensitifku pagi ini.

Di Akhir tahun 2018 lalu, saya mencoba mengikuti tes CPNS
yah, ini adalah tes CPNS kedua yang akan ku ikuti setelah 11 tahun lalu mengikuti tes CPNS (di akhir 2007) yang penuh dengan kenangan πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Awalnya ku coba mencari formasi kemkominfo di makassar, namun formasi yang terbuka di makassar hanya untuk jenjang pendidikan D3. formasi yang terbuka untukku ada DIKTI dan KEMENPERIN. akhirnya ku putuskan untuk mendaftar di KEMENPERIN (melihat formasi yang dibutuhkan 6 orang sedangkan pendaftarnya baru 4 orang, peluangnya lebih besar dari yang lainnya)

Saat memasuki lokasi ujian,
ternyata suasananya tidak bersahabat, jadwal ujian pukul 17.00 harus di pending hingga pukul 23.00 karena listrik padam (blackout). tapi situasi ini membantuku, butuh waktu untuk menenangkan diri sebelum tes dimulai. semenjak memasuki lokasi ujian rasanya mau menangis mengenang ujian 11 tahun lalu, harapan bapak dan segalanya tentang memori sensitif itu. posisi duduk diruangan itu juga sangat membantu, di depan jendela jadi bebas berekspresi πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… yah, aku perlu mengeluarkan air mata untuk bisa tenang waktu itu. aku merasa ada bapak yang meridhoi langkahku 😭😭😭

Ujian tetap berlangsung meski listrik padam, (genset yang ada, untuk menyalakan komputer yang tersedia)
dengan 1 lampu penerang untuk 1 ruangan, kertas buram dan pensil ujianpun dimulai

15 menit pertama tes berlangsung,
aku belum bisa beradaptasi, masih membaca soal dengan hati2. setelah 15 menit itu alhamdulillah sudah bisa beradaptasi dengan soal, mengerjakan soal seperti saat latihan soal di rumah 😊😊😊

waktu habis, skor keluar
TKP (Kepribadian)   = 133
TIU (intelegensi)      = 95
TWK (Kebangsaan)  = 115

jatuh di TKP, skor ku kurang 10 poin, tak ada rasa kecewa malam itu, karena rasanya usaha yang dilakukan sudah maksimal, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya saat menjawab soal.

karena kebijakan ranking alhamdulillah bisa mengikuti tes berikutnya 😊😊😊 setelah selesai mengikuti tes psikotest, wawancara dan microteaching alhamdulillah pengumuman keluar.

Alhamdulillah "L U L U S"

Ma, alhamdulillah lulus tinggal tunggu pengumuman penempatan, karena anty mendaftar yang grouping (Makassar, Medan dan Bantaeng). Insya Allah Makassar itu "kata mama dengan penuh keyakinan"

beda hal dengan aby nya uwais, semua kemungkinan ku beritau
waktu wawancara, saya jawab Bantaeng
ada 2 orang peluangnya besar penempatan di makassar karena sesuai jurusannya
sedangkan di Bantaeng butuhnya laki-laki
ada kemungkinan saya penempatan Medan (mencoba membuka hati dengan segala kemungkinan yang akan terjadi)

semenjak hari itu,
tiap subuh aby nya uwais membuka grup wa d Hp ku, untuk mencari tau perkembangan informasi terbaru tentang penempatan. Topik medan tidak pernah alpa dalam perbincangan kami dirumah.

Begitu pengumuman penempatan keluar, ingin rasanya sujud syukur tapi posisi kami waktu itu sedang diperjalanan 😊😊😊 segera menelpon mama, "Ma, Alhamdulillah pengumuman penempatan sudah keluar" mama dengan yakinnya menjawab "makassarji toh?"
"iyya ma, makasih doanya"

berbeda dengan abynya uwais, mama adalah orang yang tidak pernah menanyakan kapan pengumuman penempatan keluar???tapi aku tak tau doanya kah yang menembus langit???

Bapak,
anty telah menyelesaikan tes itu, dengan suasana hati yang lebih tenang dibanding 11 tahun lalu
hanya saja, bukan di Kementerian Komunikasi dan Informasi, bukan dikantornya bapak dulu.
😊😊😊 Anty berharap bapak bahagia dengan capaian ini.





Makassar, 26 Agustus 2019
Perpustakaan Politeknik ATI Makassar