😃 Bismillah 😃
Detik itu, saya pun berpikir...
Mungkin kh ada tes yang harus ku selesaikan?
Sudah 10tahun...Bgmn klo ada penerimaan kemkominfo? Boleh ka coba ikut? Utk selesaikan tes ku tempo hari?
Sekalipun kelak hasilny sama (tidak lulus) setidaknya saya sudah coba menyeselesaikan tes ku dengan suasana hati yang lebih tenang daripada tes sebelumnya. Dan bisa berkata ke bapak dengan santainya "bukan rezkiku disana pak"
http://juliantihabibuddin.blogspot.com/2017/11/ada-memori-yang-masih-sensitif.html
Tulisan 3 November 2017 itu membuka memori sensitifku pagi ini.
Di Akhir tahun 2018 lalu, saya mencoba mengikuti tes CPNS
yah, ini adalah tes CPNS kedua yang akan ku ikuti setelah 11 tahun lalu mengikuti tes CPNS (di akhir 2007) yang penuh dengan kenangan 😃😃😃
Awalnya ku coba mencari formasi kemkominfo di makassar, namun formasi yang terbuka di makassar hanya untuk jenjang pendidikan D3. formasi yang terbuka untukku ada DIKTI dan KEMENPERIN. akhirnya ku putuskan untuk mendaftar di KEMENPERIN (melihat formasi yang dibutuhkan 6 orang sedangkan pendaftarnya baru 4 orang, peluangnya lebih besar dari yang lainnya)
Saat memasuki lokasi ujian,
ternyata suasananya tidak bersahabat, jadwal ujian pukul 17.00 harus di pending hingga pukul 23.00 karena listrik padam (blackout). tapi situasi ini membantuku, butuh waktu untuk menenangkan diri sebelum tes dimulai. semenjak memasuki lokasi ujian rasanya mau menangis mengenang ujian 11 tahun lalu, harapan bapak dan segalanya tentang memori sensitif itu. posisi duduk diruangan itu juga sangat membantu, di depan jendela jadi bebas berekspresi 😅😅😅 yah, aku perlu mengeluarkan air mata untuk bisa tenang waktu itu. aku merasa ada bapak yang meridhoi langkahku ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Ujian tetap berlangsung meski listrik padam, (genset yang ada, untuk menyalakan komputer yang tersedia)
dengan 1 lampu penerang untuk 1 ruangan, kertas buram dan pensil ujianpun dimulai
15 menit pertama tes berlangsung,
aku belum bisa beradaptasi, masih membaca soal dengan hati2. setelah 15 menit itu alhamdulillah sudah bisa beradaptasi dengan soal, mengerjakan soal seperti saat latihan soal di rumah 😊😊😊
waktu habis, skor keluar
TKP (Kepribadian) = 133
TIU (intelegensi) = 95
TWK (Kebangsaan) = 115
jatuh di TKP, skor ku kurang 10 poin, tak ada rasa kecewa malam itu, karena rasanya usaha yang dilakukan sudah maksimal, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya saat menjawab soal.
karena kebijakan ranking alhamdulillah bisa mengikuti tes berikutnya 😊😊😊 setelah selesai mengikuti tes psikotest, wawancara dan microteaching alhamdulillah pengumuman keluar.
Alhamdulillah "L U L U S"
Ma, alhamdulillah lulus tinggal tunggu pengumuman penempatan, karena anty mendaftar yang grouping (Makassar, Medan dan Bantaeng). Insya Allah Makassar itu "kata mama dengan penuh keyakinan"
beda hal dengan aby nya uwais, semua kemungkinan ku beritau
waktu wawancara, saya jawab Bantaeng
ada 2 orang peluangnya besar penempatan di makassar karena sesuai jurusannya
sedangkan di Bantaeng butuhnya laki-laki
ada kemungkinan saya penempatan Medan (mencoba membuka hati dengan segala kemungkinan yang akan terjadi)
semenjak hari itu,
tiap subuh aby nya uwais membuka grup wa d Hp ku, untuk mencari tau perkembangan informasi terbaru tentang penempatan. Topik medan tidak pernah alpa dalam perbincangan kami dirumah.
Begitu pengumuman penempatan keluar, ingin rasanya sujud syukur tapi posisi kami waktu itu sedang diperjalanan 😊😊😊 segera menelpon mama, "Ma, Alhamdulillah pengumuman penempatan sudah keluar" mama dengan yakinnya menjawab "makassarji toh?"
"iyya ma, makasih doanya"
berbeda dengan abynya uwais, mama adalah orang yang tidak pernah menanyakan kapan pengumuman penempatan keluar???tapi aku tak tau doanya kah yang menembus langit???
Bapak,
anty telah menyelesaikan tes itu, dengan suasana hati yang lebih tenang dibanding 11 tahun lalu
hanya saja, bukan di Kementerian Komunikasi dan Informasi, bukan dikantornya bapak dulu.
😊😊😊 Anty berharap bapak bahagia dengan capaian ini.
Makassar, 26 Agustus 2019
Perpustakaan Politeknik ATI Makassar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar