Selasa, 19 Desember 2017

Terima Kasih

😊bismillah😊

TERIMA KASIH

Terima kasih atas segala bantuan dan dukungannya sehingga detik ini saya mampu bangkit dan keluar dari cangkang

Terima kasih atas doa dan dukungannya kemarin,  sehingga target hari kemarin tercapai

Terima kasih atas bantuannya menjemput uwais dan membantuku menyelesaikan tugas domestik

Ada rasa syukur yang luar biasa yang dirasakan kemarin.

Pagi hari menyiapkan segala sesuatunya untuk uwais : mandi,  pakaian,  suapi sarapan, siapkan bekal (menu yg berbeda dengan sarapan)  sampai mengantarnya ke sekolah dengan riang.  Setelah itu lanjut ke kampus gowa bantu dosen andalanku (ranah publik)

Sesampainya dikampus baru sempat mengabarinya,  kalau sudah sampai dikampus dan minta doanya semoga sukses menjalani hari ini.

Seharian dikampus,  alhamdulillah berjalan lancar,  semuanya berjalan sesuai target.

Ketika pulang,  uwais baru bangun tidur (bersyukur ia tidur siang, jadi ada waktu bersamanya setelah sholat magrib murojaah bersama)  dan kondisi rumah rapih dan bersih sehingga enak dipandang (menjadi obat lelah)

Dibalik itu,  ada pengorbanan yang luar biasa darinya.  Ia yang siap menjemput uwais dan pulang lebih awal dari kantor untuk memastikan makan dan istirahat uwais cukup,  sehingga tidak mudah sakit dengan kondisi cuaca sekarang.

Ia yang mampu bekerja sama menjaga kerapihan rumah saat uwais tertidur dan saya mencoba menjalani hari diranah publik. Membuatku semakin bersemangat menjalani hari kedepannya.

Terkadang,  solusi itu didapatkan bukan dibanyaknya jam terbang tapi diridhonya keluarga kita.

Sesuai materi di matrikulasi institut ibu profesional :
Ranah domestik dan ranah publik itu sejalan,  tetapkan prioritas

Dannn
Saya menetapkan prioritas itu sesuai saran dari ibu septi (catatan oleh bunda dewi kp di hotel kenari makassar,  30 nov 2017)
"manajemen waktu erat kaitannya dengan manajemen prioritas. Utama jadi yang pertama. Setiap urutan harus didahului ridha urutan diatasnya. Misal :
1. Suami
2. Anak
3. Domestik
4. Publik
Untuk urusan anak(2), harus didahului ridha suami(1). Untuk urusan domestik (3) harus didahului ridha suami(1) dan anak(2) dan begitu seterusnya.

Pencapaian kemarin tidak terlepas dari ridho urutan yang diatas.

Terima kasih suamiku atas ridhonya kemarin.  Terima kasih anakku atas ijin nya (kembali ke kampus untuk urus wisuda)
Terima kasih IIP (institut ibu profesional)  terkhusus untuk bu septi melalui materi matrikulasi.

"Terlepas dari apapun pilihan kita,  tetaplah ikhlas dan bahagia" Bu Septi (ditulis oleh bunda dwi 4 des 2017)




😊😊😊
Berikut catatan lengkap bunda dewi kp
Diskusi bersama *Ibu Septi*
Hotel Kenari Tower, Makassar
Kamis, 30 November 2017

πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“

➡ Kita didesign melihat orang lain. Agar tidak stress, lihatlah diri sendiri (kemarin dan hari ini). Apakah progress atau jalan ditempat. Kuatkan agar sesuai milestone yang sdh kita buat saat Matrikulasi.
Kita tidak selamanya harus berada didepan. Misal :
Si A berada di 100km
Kita di 200km
Si B berada di 300km
Si C berada di 500km
Tidak apa-apa. Kita saling belajar. Baik dengan Si A, Si B maupun Si C. Belajar untuk bisa lebih, minimal untuk tidak jalan ditempat apalagi mundur

➡ Matrikulasi merupakan masa penjajakan untuk menemukan visi dan misi yang sejalan. Sedangkan Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Shalehah dibuat terpisah dengan waktu yang cukup lama agar kita tidak kebanyakan informasi dalam satu waktu yang bisa membuat kita kebingungan

➡ Sebaiknya kita menjalankan beberapa hal satu persatu (totalitas). Jangan disambi. Tujuannya agar fokus dan semuanya tidak berakhir setengah-setengah

➡ *7 to 7*

➡ Jika kita di Ranah Publik memiliki konsistensi tinggi, ketika masuk ke Ranah Domestik harus lebih tinggi lagi konsistensinya

➡ Salah satu ciri passion : Membuat kita lupa waktu setiap menjalankannya

➡ *JANGAN SOMBONG*Bukan kita tapi Allah lah yang membuat anak kita pintar. Kita sebagai orang tua hanya diberikan amanah untuk menjaga anak dengan sebaik mungkin. Maka janganlah meninggalkan anak, jalankan amanah dengan baik

➡ *Kesalahan Fatal*
Memisahkan sekolah dengan libur
Memisahkan kerja dengan libur
Karena kerja, rumah dsb merupakan kesatuan dalam rangka mendidik anak

➡ *Indikator mendidik anak*
- Iman, akhlak, adab, pola bicaranya
- Rasa ingin tahu
- Imajinasi .....
- Menemukan sesuatu
Selebihnya tidak tertarget (akan mengikuti)
_Evaluasi & catat seminggu sekali_

➡ Jika menemukan kebaikan anak : Puji dan catat
Jika menemui yang tidak/kurang baik dari anak : Tegur tapi jangan dicatat

➡ *One Day, One Ayat, One Amal*

➡ *RILEX*

➡ Manajemen Waktu erat kaitannya dengan Manajemen Prioritas. Utama jadi pertama. Setiap urutan harus didahului ridha urutan diatasnya. Misal,
1. Suami
2. Anak
3. Domestik
4. Publik
Untuk urusan anak (2), harus didahului ridha suami (1). Untuk urusan Domestik (3), harus didahului ridha suami (1) dan anak (2). Begitu seterusnya

➡ Tidak menerima kegiatan dadakan. List kegiatan dalam kurun waktu tertentu, kirim ke suami untuk mendapatkan ridha nya. Jika di izinkan silahkan dilanjutkan. Jika tidak harap tidak ngeyel. Tentunya setelah diskusi/negosiasi dengan komunikasi produktif tentunya.
_Tahan / lepas ambisi keinginan_

➡ *Skala Prioritas*
- Penting Mendesak
- Penting tidak Mendesak
- Mendesak tidak Penting
- Tidak Mendesak tidak Penting

➡ *TAAT* agar tidak berontak. Tidak taat rumah bisa menjadi panas

➡ *Rezeky bukan hanya materi*

➡ Jika ada yang kegiatan yang dirasa akan nanggung untuk diselesaikan cobalah untuk *mendelegasikannya*

➡ Anak boleh didelegasikan tapi kita terlebih dahulu mendidik pihak yang kita titipi
- Malam hari menyiapkan list kegiatan dan alat peraga untuk kegiatan esok harinya (seminggu 1 alat peraga)
- Siapkam catatan list pertanyaan dan jawaban yang mungkin muncul saat bersama anak
- Siapkan catatan cara memantik rasa anak
- Mengingatkan untuk ubah intonasi (Misal : *kamu kenapa sih?*menjadi *apa yang kamu rasakan?*disertai senyum 😊
Pastikan saat ada waktu yang kita lewati, kita tidak menemukan kekecewaan setelahnya

➡ Jika mendelegasikan anak, kita mengajar anak dan pihak yang dititipi (mendapat keberkahan double)

➡ Berikan hak minimal 5menit berharga bersama anak. Dipagi hari sebelum berangkat ke ranah publik. Dan 5menit setelah balik dari ranah publik menuju saat beristirahat
_pastikan komunikasi produktif_

➡ *Semua Wanita Sanggup*
Fitrah tubuhnya (fisiknya) kuat. Perkuat doa agar lebih manfaat dan berkah

➡ Didalam rezeky suami juga ada bagian rezeky istri. Karena Allah ridha, istri mendidik anak dsb

➡ *Jangan sombong agat berkah tidak hilang*

➡ *BANTU SUAMI MELEPAS KEJENUHAN*

➡ Hadirnya suami menambah kuat. Suami tidak terlibat, tidak apa-apa asal tidak mengganggu. Jangan membandingkan dengan orang lain. Jaga komunikasi produktif *Clear and Clarify*

Sabtu, 16 Desember 2017

Berkebun

😊bismillah😊

#HariKesepuluh
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "Berkebun"

Hari ini ikut acara berkebun yang diadakan HSMN (Homeschooling Muslim Nusantara)

Diantara semua kegiatan,  uwais hanya mau ikut kegiatan memanen dan pengenalan bagian tanaman.

Cabut rumput,  mencangkul,  menanam dan memupuk tidak ia ikuti.  Karena kondisi tanah yang becek,  ia tak mau kotor,  takut ada yang tusuk dan banyak alasan lainnya

Selama kegiatan ia juga minta digendong terus. Ia lagi manja.  Disini sayapun belajar.  Ia tidak begitu antusias mengikuti kegiatan karena sebelumnya belum diberikan pemahaman tentang "berkebun"

Setelah kegiatan menanam dan memupuk,  saya sempat membujuknya "uwais,  menanam ki supaya nanti bisa tumbuh dan hasilnya bisa buat ummi untuk masak"

Setelah itu uwais siap kotor sedikit saat kegiatan panen (mencabut kangkung)

Kamis, 14 Desember 2017

Infaq

😊bismillah😊

#HariKesembilan
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "infaq"

Sudah kurang lebih 1 bulan uwais masuk sekolah,  di sekolah biasa disediakan kotak infaq untuk masjid.  Dan setiap hari nya anak-anak ditanya "siapa yang mau berinfaq? " oleh gurunya.

Setiap hari saya menitipkan uang infaq d kantong celananya atau tas bagian samping lalu memberi tau gurunya saat mengantarkan ia ke sekolah

Hari ini,  saat memberinya uang infaq "uwais, ini uang infaq nya"
Ia jawab " tidak mau berinfaq"

Nampaknya selama ini,  saya hanya membiasakan nya ber infaq tanpa memberikan penjelasan mengapa harus berinfaq

Saya pun menjawab,
Saya mau berinfaq,  karena dapat pahala,  pahalanya juga bisa didapat oleh mama bapakku bahkan nenek ku

Ia pun menyela,
Untuk nenek una juga? Yang sudah meninggal?

Saya menjawab dengan penuh keyakinan
"iyya donk"

Ia pun segera teriak "mau ka (saya mau)  juga berinfak"

Segera ku masukkan uang infaq dikantong celana nya pagi ini,  dan ku ingatkan lagi saat melepasnya disekolah tadi

"uwais,  ingat ki berinfaq nah.  Dimana uang infaq ta kita simpan?

Uwais jawab "dikantong"
😊😊😊


Pilih Baju

😊bismillah😊

#HariKedelapan
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema kemarin "Pilih Baju"

Kemarin pagi,  ia bangun agak rewel.  Tidak seperti biasanya.  Mulai membujuknya mandi saja butuh waktu lebih dari biasanya.  Selama proses mandi juga penuh drama.  Masih mau main air dan semacamnya.

Selesai mandi,  seperti biasanya saya menawarkan satu baju untuk dipakai "ini bagus dipakai ke sekolah" ia pun menjawab "tidak ku suka" mencoba mengambilkan baju yang lain "lebih tidak disuka" πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Saat membandingkan kedua baju tersebut.
Ia sempat blg "ini tidak ku suka,  ini tidak kusuka"

Saat mw menaruhnya kembali ke lemari,  ia teriak "yang itu mo (saja)"
Ia memilih baju yang pertama yang ditawarkan tadi.

Kemarin itu,  ia baru bisa siap ke sekolah selama kurang lebih 1 jam (mandi dan berpakaian)  padahal biasanya setengah jam sudah siap (mandi,  pakaian bahkan makan)

Tapi alhamdulillah kemarin tidak terlambat masuk sekolah,  karena saya terpaksa tidak mandi saat mengantarnya ke sekolah
Sekali kali turunkan standart diri untuk melatih anak disiplin masuk sekolah








Selasa, 12 Desember 2017

Makan

😊bismillah😊

#HariKetujuh
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "makan"

Pagi ini,  uwais sudah mandi di jam7. Tapi saya belum mandi dan sebagainya.  Sedangkan kami harus berangkat dari rumah pukul 07.30 atau 07.40 supaya tidak terlambat.

Supaya bisa persiapan,  saya membujuk uwais untuk makan sendiri.  Awalnya ditolak,  ia mau disuapi tapi setelah menjelaskan padanya kalau kami bisa terlambat kalau mau disuapi karena ummi belum mandi,  akhirnya ia mau makan sendiri.

Selain itu,  sempat membujuknya dengan

"tidak apa-apa kalau makanan ta jatuh2"
Nanti dibantu bersihkan.

"nanti kalo ummi sudah siap,  baru disuapi"

😊😊😊
Ia pun makan sendiri pagi ini.

Senin, 11 Desember 2017

Wudhu

😊bismillah😊

#HariKeenam
#Tantangan10hari
#Level2
#KulianBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "wudhu"

Semenjak masuk sekolah,  ia terbiasa sholat dhuha, sebelum mulai belajar dikelas.  Ia pun selalu melafalkan tata cara berwudhu yang ber irama sesuai arahan bundanya disekolah.  Saya yang mendengarnya terinspirasi menyuruhnya wudhu sendiri ketika azan magrib tadi.

Ia dengan senang pergi ke tempat wudhu dan nyanyi "baca bismillah lalu cuci tangan,  kumur-kumur sampai hidung, πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Setiap tahap ia bertanya,  apa lagi,  apa lagi hingga membasuh kedua kaki.

Walaupun pakaiannya basah,  setidaknya untuk langkah awal ini sudah cukup memuaskan kami sebagai orangtuanya.

Minggu, 10 Desember 2017

Minum air setelah bangun tidur

😊bismillah😊

#HariKelima
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "Minum air setelah bangun tidur"

Ingin sekali membiasakan uwais minum air putih setelah bangun tidur.  Subuh ini ia terbangun dan mau minum hanya saja masih pakai merengek dan mau diambilkan.

Padahal kalau dirumah neneknya.  Ia bangun tengah malam langsung pergi ambil gelas sendiri dan minum, setelah itu lanjut pergi tidur dengan sendirinya.  Tanpa bangunkan siapa-siapa.

Berbeda jika ia bersama kami.

Ayo Mengaji

😊 bismillah 😊

#HariKeempat
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "ayo mengaji"

Sejak jumat kemarin, uwais ingin sekali ke takalar.  Bermain bersama kakak sepupunya "kakak faldi". Tapi jawabku "tanya aby dulu nak"

Alhamdulillah sabtu pagi abu uwais tidak ada tugas dadakannya.  Jadilah kami persiapan ke takalar,  liburan pekan ini.

Sebelum ke takalar,  uwais kami suruh murojaah dulu sebagai syarat liburan ke takalar.  Dengan penuh semangat ia murojaah hari ini selama kurang lebih 1 jam (sesuai materi di sekolahnya : an naba,  an naziat dan abasa)


Jumat, 08 Desember 2017

Rapikan Mainan

😊 bismillah 😊

#HariKetiga
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "Rapikan Mainan"

Setiap kali mengambil mainan ia bilang "nanti ku bereskan" tapi kenyataan nya tidak dibereskan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Hari ini,  ia hanya berhasil membereskan setengahnya saja.  Tak mengapa,  ini proses.  Ia hanya butuh ditemani menjalani proses.  Tak usah buru-buru untuk mendapatkan hasil.  Nikmati proses saja.  Turunkan standar,  yang penting "bahagia"


Kamis, 07 Desember 2017

Pakai Sepatu

😊 bismillah 😊

#HariKedua
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "Pakai Sepatu"

Pagi ini,  sebelum berangkat ke sekolah,  uwais menggunakan sepatunya sendiri.  Sebelumnya ia mau dipakaikan kemudian mau mencoba pakai sendiri. Hanya saja karena suka dikomentari terbalik, Membuatnya tidak percaya diri lagi dan mau dipakaikan lagi seterusnya.

Berkali kali mencoba membangun percaya dirinya kembali.  Sampai pada tahap ia mau pakai sepatu sendiri sambil bertanya cocokmi ini ummi? Bahkan hari ini,  ia sudah bisa menggunakan sepatu sendiri dengan tepat.  Tanpa bertanya lagi.

Sepertinya ia sudah tau mana yang kanan dan kiri dari rasa nyaman saat mencoba memakai sepatunya sendiri

Tapi tetap saja masih butuh latihan,  hari ini mungkin berhasil,  esok tinggal mempertahankan ny,  sesekali ia masih minta dipakaikan tapi jawabanku "tadi pagi pintarmi" 😊😊😊 segera uwais pakai sepatunya dengan sendiri





Rabu, 06 Desember 2017

Bangun Pagi

😊 bismillah 😊

#HariPertama
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini adalah "bangun pagi"

Hari ini uwais bangun jam6, sebenarnya saya menyadari kalau ia telah bangun,  tetapi saya pura-pura tidur. Berharap disapa duluan oleh sang anak.

Daannnnnnnnnn
Disapaaaaaaaaa...
dengan wajah senyumnya yang baru bangun tidur pagi ini, ia menyapa "ummi,  pagi mi,  bangun maki"
😊😊😊

Pagi mi? Siap maki ke sekolah?
Masih dengan senyuman itu ia menjawab "iyye ummi"

Senang rasanya pagi hari melihatnya bangun tidur dengan senyuman manis itu

pagi ini tidak sempat dokumentasikan senyum manisny uwais...
Insya Allah Besok pagi akan di foto,  kalau hal yang sama terjadi 😊😊😊


Sabtu, 18 November 2017

Pekan pertama sekolah

😊 bismillah 😊

Level 1

Family Forum
Family forum kali ini membahas pekan pertama sekolah uwais

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif adalah "suami"

Rabu,  15 Nov 2017
Adalah hari pertama uwais masuk kelas tabarak (tahfiz).  Hari yang ia nantikan dari jauh hari sebelumnya. Terbukti saat mengantarnya uwais dengan tegarnya tidak menangis saat saya pamit dan menyerahkannya pada gurunya.

Karena ini hari pertamanya sekolah,  walaupun ia rela dilepas tapi ada hati yang tidak fokus saat sampai dikampus.

Hari itu,  team ke jakarta jadi alhamdulillah saya bisa pulang lebih awal untuk menjemput uwais.

Sesampainya dirumah ia tertidur pulas. Tidur dari jam setengah 3 siang lanjut malam

Sepulang kantor,  paksu banyak bertanya tentang sekolahnya uwais hari itu.

Uwais masih malu-malu dengan gurunya,  malu-malu ke wc. Jadi pas dijemput tadi baru minta ditemani ke wc.  Ia juga tidak makan kurma yang dibagikan.

Paksu bertanya tentang hafalan nya,  apakah bisa mengimbangi teman-teman nya yang sebagian besar dah banyak hafalan nya? Saya tidak bisa menjawab,  jadi langsung hubungi gurunya

Jawaban gurunya :
Rata2 teman2nya yg lain msih pemulaji jga k', kecuali anak2 savaty, klu anak2 savaty sdh ada sdkit hapalannya k'.

Kami legah mendengar jawaban gurunya,

Paksu punya aturan baru sejak hari itu untuk mendukung uwais bertahan di kelas tabaraknya,  diantaranya :

  • Remote tv harus selalu disembunyikan, tidak boleh nonton tv siapapun itu
  • Se sampainya dirumah tidak pegang hp lagi
  • Putar hafalannya uwais dikamar setiap saat dan temani ia mengulangi ayat yang diputarkan
Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :
Ternyata perasaan kita sama,  penasaran dengan hari pertamanya uwais,  bangga karena uwais tidak menangis tapi langsung peluk ibu gurunya saat ditinggalkan umminya,  banyak hal yang masih perlu disiapkan untuk mendukung uwais betah dengan lingkungan barunya

Perubahan yang dibuat dalam komunikasi adalah ternyata sudut pandang itu tidak selalu berbeda.  Kali ini sudut pandang kami sama. Jadi tidak ada masalah dalam komunikasi ini. 

13 November 2017

😊 bismillah 😊

Level 1

Family Forum
Family Forum kali ini saya seperti keynote speaker πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…karena saya yang lebih banyak bercerita

Salah satu anggota keluarga yang diajak diskusi adalah "suami"

Dengan perasaan yang tak menentu,  tetap melangkah kan kaki ke kampus pagi itu (Senin,  13 Nov 2017)

Yah...
Perasaan yang tak menentu,  disebabkan kali ini uwais harus ke rumah neneknya untuk bermain bersama om dan tantenya disana,  selain itu 13 nov 2017 adalah tanggal yang sangat penting bagiku sebab 10 tahun yang lalu tepatnya 13 nov 2007 bapak meninggal dunia.  Hari itu saya baru menjalani semester 1 di fakultas teknik jurusan elektro universitas hasanuddin.  Dan rasanya tidak mudah bisa sampai dititik ini.

Sesampainya dikampus,  saya tidak langsung bergabung dengan tim di lab. Telkom,  sejenak duduk di perpustakaan berusaha fokus mengerjakan amanah baru itu (desain antena).  Awalnya belum bisa fokus karena ingat bapak,  tapi berusaha tenangkan pikiran untuk bisa fokus mendesain dengan cara memikirkan ananda uwais yang harus ke btp hari itu karena saya harus ke kampus menyelesaikan desain antena.

Setelah sholat dhuhur saya baru bergabung bersama team di lab. Telkom

Seperti biasa,  suasana yg sibuk

Hari itu semua team pulang jam6. Bgtu pun saya. Perjalanan ke rumah normal ny kurang lebih 1 jam.  Karena hujan jadi pukul 19.30 baru sampai dirumah

Sesampainy dirumah
Rawut muka suami agak khawatir dengan kondisiku yg isya baru tiba dirumah

Kamipun diskusi
Saya menceritakan semua perjalananku seharian.

Suami : bisakah pulang lebih awal? Supaya tdk kemalaman sampai dirumah

Saya : mw nya begitu,  tapi tidak enak.  Karena semua pulang jam 6. Apalagi saya orang baru di team,  aneh rasanya pamit duluan dan mereka masih di lab bekerja

Suami : jdi besok bagaimana?

Saya : sepertinya sama

Suami mengusulkan untuk mengerjakan desain antena dirumah saja.  Atau paling tidak pulang jam4 saja.

Saya cuma bisa merespon
Kita lihat dulu perkembangan 1 pekan ini.

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :

  • Suami khawatir,  tapi tetap mengerti situasiku. 
  • Dibalik ke khawatirannya,  Suami support sekali saya kembali beraktivitas dikampus,  membantu dosen.  Bisa saja ini menjadi langkah awal kesuksesanku diranah publik.
Perubahan yang dibuat dalam berkomunikasi adalah menampung usulan suami untuk jadi pertimbangan dalam mengatur waktu.  Tidak langsung menolak usulannya. 


Proyek

😊 bismillah 😊

Level 1

Family Forum
Family Forum hari ini sangat singkat

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi adalah "suami"

Jumat,  10 nov 2017
Seperti hari biasanya rutinitas sebagai ibu rumah tangga dijalankan,  menemani buah hati bermain bersama di jumat yang berkah. Pagi hari dapat line dari senior (kal warda)  yang isi ny "sudah dihubungi bu intan? " saya jawab "belum kak,  ada apa kak? Ad yang bisa dibantu?

Padahal ada hati yang penuh tanya,  apa yah?tentang apa?

Sekitar pukul 11.00 siang bu intan (dosen)  menelpon.  Mau dibantu desain kan antena pada proyeknya pak elyas (dosen).  Saya pun meng iya kan dan segera bersiap menuju kampus

Langsung menelpon paksu,
Untuk ijin ke kampus dan menitip uwais dikantornya. Paksu sepakat.

Se sampainya dikampus,  tepatnya di laboratorium telekomunikasi,  suasana nya sangat sibuk.  Berusaha adaptasi.

Pulang kampus lanjut ke rumahnya nenek dibandang dalam rangka 7hari meninggalnya nenek setelah itu baru finish dirumah.

Belum bisa bercerita banyak ke paksu hari ini karena kelelahan.  Hanya sekedar laporan padanya klo suasana ruangan yg sangat sibuk dan kemungkinan akan rajin ke kampus setiap harinya.

Respon suami :
Istirahat saja dulu,  nanti dibahas lagi

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :
Sebenarnya banyak hal ingin kubahas,  tapi kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk membahasnya malam itu.  Alhamdulillah dapat suami yang perhatian.  Tanpa disampaikan ia tau kalo saat itu lelah menyapa diriku.

Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah  dulu walaupun capek bagaimana mulut ini tidak akan berhenti laporan tentang kejadian hari itu,  tapi kini,  bisa lebih dewasa,  bisa mendengarkan suami untuk membahasnya esok hari saja. 

Tugas Akhir dari Rumah Main Anak

😊 Bismillah 😊

Level 1

Family Forum
Family forum 8 Nov 2017 membahas tugas akhir rumah main anak yang deadline tanggal 11 nov 2017.

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif adalah "suami"

Tugas akhir rumah main anak adalah

  • Visi Misi Keluarga
  • Kualifikasi (output)  pendidikan anak yang ingin dicapai
  • Kegiatan pembelajaran anak selama 1 bulan
Sebenarnya paksu bukan type yang suka formal2. Bahasa visi misi keluarga terlalu formal jadi menggantinya dengan "apa gambaran tentang anak kita 5 tahun ke depan". Jawaban paksu "belum tau,  belum ada gambaran". Berusaha tidak memaksakan ia berpikir takut berdebat seperti waktu itu saat menyelesaikan tugas nhw dikelas matrikulasi

Hanya memberi gambaran padanya tentang situasi saat ini, ketika kami mencoba memasukkan uwais dikelas tabarak (tahfiz).  Memang tidak ada jaminan ia bisa bertahan dikelas tersebut dan menjadi hafiz quran di usia nya yang belia 5 tahun ke depan.  Tapi dengan coba memasukkannya disana ada usaha memperbaiki diri,  memperbaiki keluarga (ada visi misi yang masih tersirat) . Olehnya visi misi yang kami tetapkan masih terlihat umum belum mengkhusus seperti keluarga lainnya.

Tentang tugas akhir rumah main anak bisa dibaca di http://juliantihabibuddin.blogspot.co.id/2017/11/tugas-akhir-rumah-main-anak.html?m=1

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :
Adakalanya dalam berkomunikasi, kita tidak perlu memaksakan pasangan untuk menjawab pertanyaan.

Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah Tidak memaksakan pasangan untuk menjawab beberapa hal.  Bisa empati,  dengan menempatkan diri sepertinya.  Dulu saya juga tidak ada gambaran tentang uwais di 5 tahun ke depan.  Tapi seiring waktu, sedikit belajar dan membaca.  Kini sudah ada bayangan, ingin memfokuskan uwais di Fitrah iman nya. 

Oleh - Oleh Semarang

πŸ˜ƒ Bismillah πŸ˜ƒ

Level 1

Family Forum
Famili forum kali ini posisiku lebih banyak mendengar

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif adalah "Suami"

7 November  2017
Pagi hari dapat kiriman paket yang bertuliskan "SEGERA DIBUKA" disertai merk oleh-oleh dari semarang. Tapi tidak segera dibuka karena itu paket paksu,  biar paksu saja yang membukanya setelah pulang kantor nanti

Sepulang kantor, paksu langsung melihat paket yang berada diruang tamu dan segera membukanya.  Ternyata itu adalah kiriman dari komandan nya yang sama-sama bertugas di poso tahun lalu.

Isinya : hampir semua menu yang mereka nikmati waktu di poso

Paksu mengenang masa itu, menceritakan kondisi waktu disana sambil mengukus ikan bandeng kiriman.

Waktu tugas diposo, semua menu kiriman dari keluarga itu enak sekali.  Karena menu harian disana monoton dan berporsi.  Yang paling berkesan ikan bandeng kiriman pak hendrik dari keluarganya di semarang. Semua tim suka.

Terus bercerita tentang kenangan disana,  dari ikan bandeng sampai tempe bedoan
πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :
Adakalanya ia hanya butuh didengar,  pengalaman luar biasanya bisa saja bukan hal yang menarik untuk kita.  Tapi dengan mendengarkan kita bisa belajar empati.

Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah tidak menyela percakapan. 



Sabtu, 11 November 2017

Tugas Akhir Rumah Main Anak

😊 bismillah 😊

Ya Allah...
Dengan segala kuasaMu...
Detik ini hamba bisa mengetik tugas akhir ini,  padahal hati ini masih berusaha distabilkan karena kejadian sore tadi "saat uwais menelan permen karet"

Maaf buat mba julia sarah dan team rumah main anak...
Karena detik-detik terakhir ini baru bisa buat tugasnya...

Visi Misi Keluarga
Visi : Akhir yang baik (sukses dunia akhirat)
Misi :
1. Buat komunitas / lingkungan yang baik (sholeh)  bagi uwais seperti daftarkan uwais di rumah quran savaty
2. Buat uwais senyaman mungkin menjalani hari-harinya terutama saat adaptasi di kelas barunya


Kualifikasi (output)  pendidikan anak yang ingin dicapai
Saat ini umur uwais 3 tahun 3 bulan 21 hari dan kami ingin memasukkannya di rumah quran savaty yang insya Allah akan berjalan (3-4 tahun)  bila berjalan lancar,  insya Allah.  Harapannya uwais bisa mendapat fitrah iman. Lebih mengenal penciptanya melalui al qur'an, sebelum mengerti baca tulis hitung.

  • Mengenal Allah dengan Al Quran
  • Mengenal Rasulullah dengan Sunnah
  • Mengenal Alam ciptaan Allah
Kegiatan pembelajaran anak dalam 1 bulan
Tema : "Al Qur'an"
Tujuan : "Mengenal Al Qur'an sebagai mukjizat"
Alat dan bahan : "MM kids"

Sebenarnya tema ini diambil karena misi kami 5 tahun ke depan,  uwais seorang hafiz qur'an.  Anak yang dilindungi Allah karena Al Qur'an.

Insya Allah rabu,  15 nov 2017 uwais mulai kelas percobaan selama 2 pekan di rumah quran savaty. Gambaran nya seperti ini...
Senin - kamis
08.00 - 12.00 uwais akan belajar di rumah quran (4jam)
Selebihnya uwais tanggungjawab orangtuanya dirumah

Sebagai orangtua kami akan mempermantap materi yang d berikan di rumah quran tadi...

Sehingga...
Kami mencoba..
Setiap habis sholat magrib (18.30-20.00)...
Kami berada dikamar membersamai uwais belajar.

Adapun cara yang kami tempuh...
Putarkan murottal sesuai materi yang dipelajari di rumah quran kemudian kami murojaah bersama2 (dengarkan hafalan uwais, minta ijin padanya untuk sama-sama  membaca ayat tersebut,  bahkan saling sambung ayat untuk mempermantap) sesekali kami gunakan boneka,  jadi seolah olah boneka juga ikut hafal quran bersama kami.

Cara diatas baru 1x dicoba,  tepatnya kemarin 10 nov 2017 dan alhamdulillah hasilnya uwais betah dikamar bersama kami mendengarkan murottal surah al falaq.

Ada kemungkinan ia akan bosan dengan cara yg diatas,  sehingga yang kami siapkan adalah MM kids yang salah satu isinya adalah ensiklopedia.  Sesekali kami akan bacakan buku tersebut untuk menguatkan fitrah iman nya.

Waktu membersamainya telah kami tetapkan,  tantangan nya adalah konsisten.  Adapun cara atau langkah untuk membuat ia nyaman bersama kami diwaktu tersebut masih terus kami sesuaikan dengan mood nya dan inilah yang menjadi tantangan sebenarnya dari kami sebagai orangtua.  Selalu berpikir bagaimana cara membuat uwais nyaman bersama kami. 



Rabu, 08 November 2017

Kelas Tabarak Uwais

πŸ˜ƒ Bismillah πŸ˜ƒ

Level 1

KOMUNIKASI KELUARGAKU

Family Forum
Family Forum kali ini membahas tentang pendidikan sang buah hati "uwais".

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif adalah "suami"

Hari ini (6 Nov 2017) dapat informasi via whatsapp yang isinya :

Assalamu alaykum warahmatullahi wabarakatu
sebelumnya kami memohon maaf atas keterlambatan informasi kelas tabarok RQS (Rumah Quran Savaty). Dengan ini kami umumkan bahwa ananda yang sudah setor hafalan via video japri WA insya Allah :
Sabtu 11 nov 2017
Pukul 09.00 - selesai
akan dilaksanakan interview dan pertemuan ortu santri. kelas akan mulai 15 November 2017
Syukron Wassalam

Alhamdulillah...
sangat bersyukur, karena tempo hari telah mengirim video hafalan uwais padahal hanya 2 surah, sedangkan syaratnya 6 surah. disangka tidak bisa bergabung dikelas tabarak bulan ini dan harus menunggu 4 bulan lagi. ternyata Allah memberi jalan, kami diundang dalam interview orangtua.

Segera pesan itu ku teruskan ke paksu.
sepulang kerja, kami membahasnya. mulai dari

  • Persiapan dananya (uangnya uwais hanya segini berarti kurang sekian, dimana kita bisa melengkapinya dulu, pinjam dimana?), iuran per bulan nya (bisa diambil dari remunerasi diakhir bulan, yang biasanya kita sisikan untuk tabungannya uwais)
  • Hafalan uwais kita lanjut di Al falaq. selalu putarkan surah al-falaq, sembunyikan remote tv supaya tidak nonton dulu.
  • Pertemuan ortu santri sabtu nanti bagaimana?mau ki kesana sendiri?saya dan uwais ke pizza maker junior karena waktunya bersamaan. atau sama ki pergi kesana, uwais tetap ke pizza maker junior sama ifa, uni atau ammy (adikku). suami menjawab : yah itu saja, sama ki ke acara ortu santri, uwais biar sama yang lain untuk pizza maker junior
  • Suami bertanya, bagaimana dengan pakaian nya?ada seragamnya?saya jawab : sepertinya tidak. hanya pakaian biasa atau pakaian muslim. suami : kalau begitu mau ditambah pakaian nya uwais.
  • Siapa yang antar uwais nanti?tanya paksu, kita tanya saja ke uwais, mau di antar sama siapa?jawabku. ketika uwais ditanya, ia menjawab "mau diantar ummy dulu, baru aby"

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :
  • Legahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, setelah selama ini menerka nerka paksu mau tidak yah ikut andil dalam hal ini. karena awalnya ia kurang setuju dengan pertimbangan banyak hal. hingga suatu hari uwais menunjukkan hafalan nya satu ayat dan berkata ke aby nya "aby mau ki mahkota dari emas juga?" disitulah paksu luluh dan ikut membantu uwais menghafal untuk memenuhi syarat masuknya. bahkan lebih dari itu, hari ini ia mau menemaniku ikut pertemuan ortu santri nanti "yeyyyyyyyyyyyyyy"
  • Sangat Bahagia yang entah apa sebabnya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah berusaha menyampaikan isi hati dalam bentuk pertanyaan, bukan curhatan panjang seperti biasanya. karena tujuannya untuk mendengar lebih banyak pendapatnya.

Get Periode

πŸ˜ƒ Bismillah πŸ˜ƒ

Level 1

KOMUNIKASI KELUARGAKU

Family Forum
Family forum, merupakan diskusi bersama paksu tentang hal yang perlu untuk dicurhatkan.

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif adalah "suami"

Tanggal 4 nov 2017, tanpa disertai tanda-tanda seperti sakit perut ternyata "get periode" alias haid. ke esokan harinya, sempat kaget karena ada gumpalan besar yang keluar. hati penuh tanya "mungkinkah ini calon debay yang tidak berhasil?"

Semua perasaan ini ku sampaikan pada paksu. sebenarnya bulan ini saya yakin sekali promil ini berhasil. ada perasaan yang selalu lelah dari biasanya, ada perasaan seperti ada sesuatu d bagian perut kanan sehingga kalau capek dan baring selalu angkat kaki lebih tinggi supaya lebih nyaman, dan masih banyak hal lainnya. tapi haid kali ini lebih cepat dari siklus biasanya. bulan lalu haid tanggal 9 sept ideal nya bulan ini tanggal 6 atau 7 nov. tapi qadarallah lebih cepat dari biasanya.

Respon Suami
Tidak apa-apa karena tidak disertai rasa sakit, artinya belum rezki. banyak minum air putih saja dan istirahat. kalau liat siklus haid tidak lewatji juga dari biasanya jadi tidak apa-apa. yang masalah itu kalau 1 pekan setelah jadwal haid. perlu konsul ke dokter

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :

  • Cara berpikir suami lebih realistis, memacu diri ini untuk mencari hal yang realistis. seperti "iya yah, siklus haidnya lebih cepat tapi masih masuk normal, selain itu akhir-akhir ini banyak kegiatan yang melelahkan seperti ke kantornya bapak yang diporos malino dan meninggalnya nenek. dengan begini semua perasaan tadi bisa dinetralisir. sekalipun benar itu calon janin, kita belum berjodoh, mau mensyukuri yang ada saja yaitu "uwais". mau fokus mengurusnya dengan baik, sapa tau dengan bersyukur Allah akan menambah nikmatnya
Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah terlihat sekali perbedaan sudut pandangnya, ada yang lebih ke perasaan ada yang lebih realistis. tak ada yang perlu dipaksakan sama. hanya membuka sedikit untuk bisa menerima, Alhamdulillah komunikasi tidak menjadi bermasalah.

Senin, 06 November 2017

Rahasia dibalik Banjir

😊 Bismillah 😊

Level 1

KOMUNIKASI KELUARGAKU

Family forum
Famili forum masih sama seperti yang sebelumnya hanya berlangsung beberapa menit karena waktu kebersamaan yang terbatas.

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif adalah "suami"

paksu : sore tadi mama ono datang ke rumah. (sapa suamiku yang memulai diskusi malam ini).

me     :  hah?masa? (respon kaget, rada heran, teringat kejadian pahit setahun lalu)

paksu : iyya, d belakang rumah tadi panggil-panggil uwais

me     :  jadi?apa kita bilang?

paksu : na suruh ka buka bak kontrol untuk korek2 pipa, banjir ki lagi rumahnya. jadi ku bilang "qta mo bu yang korek pipa dari rumah ta kesini nanti kuliat dari sini. tapi tidak mau ki. jadi ku bilang ato kita mo yang kesini liatki. tidak mau ki juga. bilangmi, itu bela tetangga yang disana suka buang jeruk nipisnya apa jadi itu mi yang bikin tersumbat. jadi ku ku bilang "itu mi bu pasang ki jaring-jaring di got ta supaya tidak lewat ki jeruk nipis di got ta". na jawab "ihhh pekerjaan itu lagi". susah mi itu bu.

me    : memang itu ibu, agak keras ki. mau nya ji mau di ikuti. terus na arahkan ki  untuk ikuti maunya klo bicara ma dy. tidak mw ki na dengar. maksudnya itu na suruh ki korek got. tapi pernah ma coba korek dari rumah ta ke rumahnya tapi nihil ji hasil ny. tetap banjir rumahnya. pas ka coba korek got dari rumahnya mama sari ke rumah ta baru pi lancar air got nya mengalir. solusinya di rumahnya mama sari kalau mau korek got pake pipa. tahun lalu itu waktu ta tidak ada. na tau mi juga solusinya. kenapa ke kita di'?

paksu  : tidak tau juga. tapi ku biarkanji. tidak ku buka kan ji bak kontrol tadi.

me      : (berusaha tenang mencari solusi, karena ibu ini tidak akan berhenti membuat isu tentang banjir rumahnya, harus di tangani dengan mempersiapkan bukti-bukti yang ada supaya bisa percaya kalau masalah banjir dirumahnya bukan di akibatkan hal lain, melainkan bagian belakang rumahnya yang masih rendah)

Jadilah saya memetakan masalah yang ada dalam sebuah gambar yang rencananya akan diberikan pada ibu RT esok hari ketika arisan RT untuk didiskusikan (ingin diskusi sama ibu RT tentang musim hujan di RT kita yang membuat beberapa rumah banjir). sebab kalau saya yang bicara sama mama ono kurang baik, takut kesan nya menggurui karena umur jauh lebih muda.

Gambar ini dibuat setelah diskusi ma paksu (pak suami)

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :

  • Sebelumnya posisiku serba salah. ketika mama ono datang, tanpa banyak bicara semua maunya saya ikuti. langsung ke rumah mama sari korek got pakai pipa karena ada rasa empati. respon suami yah jelas tidak suka saya pergi korek2 got nya orang padahal bukan rumah kita yang banjir. jadi saya berusaha tidak mengikuti kemauan mama ono  dan mencari sebuah solusi baru yaitu diskusikan sama bu RT di acara arisan nanti.
  • ending kisah ini adalah " saat arisan dan mau utarakan masalah ini ke bu RT, saya mendapati bu RT membuang sampah (gelas air mineralnya) ke got besar depan rumah. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ tidak jadi utarakan perasaan ini.

Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah mengetahui sudut pandangnya dan berusaha membuat solusi demi kebaikan bersama.





Pizza Maker Junior


😊 Bismillah 😊

Level 1

KOMUNIKASI KELUARGAKU

Family Forum
Family Forum, berupa diskusi ringan bersama keluarga yang beberapa hari ini berjalan hanya beberapa menit setiap harinya, karena masih suasana berduka atas meninggalnya nenek kami 1 November 2017 lalu. sehingga pertemuan kami(uwais dan aby nya) sangat terbatas karena harus membersamai keluarga besar "Bandang"

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif adalah "suami"

Sewaktu ia baru saja pulang kantor, setelah istirahat meluruskan badan. sayapun memulai diskusi mengenai keikutsertaan uwais diacara playdate member iip sulawesi yang insya Allah akan diadakan 11 November 2017 nanti. Uwais sudah mendapat ijin untuk ikut pizza maker junior sejak akhir oktober. Hanya saja ada keinginan yang kucoba utarakan padanya.

"mau sekali ka sebenarnya ajak kakak-kakak nya uwais (sepupunya yang lebih tua) untuk ikut pizza maker junior. kan seru diliat kalo main sama kakaknya sambil buat pizza, selain itu jarang ki ketemu, jarang maki ke takalar akhir-akhir ini. tapi untuk yang acara tanggal 11 nanti khusus member iip jadi belum bisa ajak yang lain. rencananya bulan depan saya yang mau adakan, sudah ma telpon pizza hut ratulangi katanya minimal 10 orang pesertanya. uwais. kk agung, kk faldi dan kk salsa sudah 4 orang memang mi. rencana ka mau gandeng teman smp ku untuk ngumpul supaya bisa dapat target peserta minimal 10 orang itu. tentang konstribusinya, biar uwais yang traktir kakak-kakak nya karena masih ada ji tabungan nya. emmm...atau kalo mau peserta arisan keluarga takalar mo yang digandeng?

Respon suami
Masih banyak cara untuk bisa bahagiakan uwais. bukan cuma kasi ikut pizza maker junior, apalagi uwais sebelumnya sudah pernah ikut. kondisi keuangan saat ini juga kurang mendukung, nanti klo ada rejeki berlebih baru bisa.

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :

  • Belajar mengalah, karena pendapat suami logis. selama ini ketika ada keinginan selalu bersifat memaksa dan mendesak. kali ini saya belajar memahami sudut pandangnya, belajar menghargai keputusannya sebagai imam keluarga ini. padahal mau ta' mi wujudkan impian itu.
  • hasil diskusi nya, lihat keuangan bulan depan. kalau memungkinkan bisa diadakan, kalau tidak harap bersabar sampai waktu yang tidak ditentukan.hahahhaahhaaha πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†
Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah tidak memaksa FoR dan FoE ku karena menghargai FoR dan FoE mu supaya bisa mendapat FoR(Frame of Reference) dan FoE(Frame of Experience) kita

Jumat, 03 November 2017

Ada memori yang masih sensitif

πŸ˜‰ BismillahπŸ˜‰

Level 1
#day1

KOMUNIKASI KELUARGAKU

Family Forum
Family forum dikeluarga kami telah terbentuk. Hanya saja mulai 2 november 2017 kemarin baru efektif. Membuat family forum nya agak tersirat,  sebab akhir akhir ini cuma berusaha terbuka,  berusaha lebih cerewet dari biasanya, berusaha menyampaikan isi hati berlahan.  Karena selama ini diri inilah yang membatasi diri ke suami untuk menyampaikan isi hati karena banyak ketakutan.  Takut suami salah paham,  salah mengerti,  dan masih banyak lagi.  Kali ini mencoba mulai seperti dulu ketika masih single dan ada bapak dirumah,  menceritakan semua yang dijalani setiap harinya dengan penuh semangat.  Awalnya agak khawatir karena tipe suami yang pendiam mungkin akan kesulitan mendengarkan curhatanku.  Tpi langkah awal yang ku tempuh adalah "mencoba"

Salah satu anggota keluarga yang diajak komunikasi produktif kali ini adalah "suami"

Tadi malam kami sempat membahas mengenai pengurusan surat tempo hari dikantornya bapak di balai monitoring makassar

Ada memori yg masih sensitif ketika bahas bapak.

Saya berusaha menceritakan kembali kejadian d kantornya bapak waktu itu "salah satu teman ny bapak, ketika melihat wajahku berkata "itu,  muka ny pak habib" sejenak mata ku lgsg berkaca mendengar hal itu"

Belum sempat me lap air mata,  redaksi berikutny menyapa "ini mi anak yg dulu di uruskan berkas ny untuk ikut tes disini"

Entah mengapa...
Setelah itu,  trus saja membayangkan redaksi terakhir tntg tes masuk cpns kominfo ditahun 2007 tepat beberapa hari setelah bapak meninggal

Di jalan trus memikirkan itu,  bicara dalam hati dengan diri sendiri.  Kebingungan pun menyapa

Malamnya sebelum tidur sempat curhat ke suami supaya bisa tw apa pendapatnya.

"sayang,  sebenarnya dulu waktu semester 1 dikampus,  ad penerimaan dikantornya bapak.  Bapak uruskan smua berkasku untuk mendaftar dikantornya.  Alhamdulillah lulus berkas.  Setelah itu bapak meninggal.  Dengan kondisi hati yang masih sedih pergi tes tulis.  Dsana sempat kaget dengan soalnya,  tidak ada bayangan klo soal cpns seperti itu.  Tidak lulus ma. "

Ku lupa mi sebenarny itu,  tapi krn kmrin ada teman ny bapak yg tdk sengaja bahas itu,  smua memori tentang itu terbuka (sambil menangis terisak)

Apa bapak menaruh harapan besar ke saya wktu itu? N sy mengecewakan ny krn tdk bsa lulus?

Padahal selama ini saya kira telah membuat bapak bangga,  walaupun ia dah meninggal,  kondisi keuangan kacau,  saya tetap survive menjalani perkuliahan waktu itu.  Bahkan detik ini saya telah membuktikan saya telah lebih baik dari bapak.  Karena bisa lanjut jenjang pendidikan pasca dengan beasiswa calon dosen. Mengalahkan gelar bapak yg Ir.  Dengan M.T

Tapi....
Detik itu, saya pun berpikir...
Mungkin kh ada tes yang harus ku selesaikan?

Sudah 10tahun...
Bgmn klo ada penerimaan kemkominfo? Boleh ka coba ikut? Utk selesaikan tes ku tempo hari?

Sekalipun kelak hasilny sama (tidak lulus)  setidaknya saya sudah coba menyeselesaikan tes ku dengan suasana hati yang lebih tenang daripada tes sebelumnya. Dan bisa berkata ke bapak dengan santainya "bukan rezkiku disana pak"

Respon suami
Iyya,  sepertiny waktu itu bapak menaruh harapan yg besar ke qta. Coba mi saja klo ad penerimaan. Entah itu mw jadi dosen kh nanti, irt ato dimanapun itu,  slalu ja dukung ki'

Hal menarik yang didapatkan setelah komunikasi dengan suami :

  • Hati lebih tenang, hati tidak lagi menerka nerka apa kira2 perasaan suami? Suka ato tdk di' dengan langkah yg ku ambil.
  • Bisa dengan cepat mengambil langkah berikutny,  langkah apa yg hrus ditempuh untuk menjalani sebuah pilihan.  Buat strategi
Perubahan yang dibuat hari ini dalam berkomunikasi adalah bisa lebih detail menjelaskan isi hati