😃 Bismillah 😃
SK langsung dari Allah, jadi jangan dititip lagi.
kata yang berada dilubuk hati. selalu tergiang setiap saat. membersamainya hingga ia beranjak.
menemani sepenuh hati hingga ia berusia 3 tahun 3 bulan. saat memutuskan ia bersekolah di usia itu, ada komitmen untuk menemani langkahnya.
1 pekan setelah ia masuk sekolah, ada panggilan untuk bekerja diranah publik. tapi tetap prioritaskan bersamanya. menemaninya menghafal dan terus melangkah. Allah memberi ujian dengan rezeki yang terus bertambah, bertambahnya amanah diranah publik. hingga ada waktu yang ia hanya mendapatkan waktu sisa (bukan prioritas lagi).
ada hati yang bergejolak, selalu bertanya pada diri sendiri. apa benar langkah yang diambil selama ini?pertimbangan yang membuat ragu melangkah di ranah publik. dari semua tugas yang ada "ia" adalah alternatif terakhir untuk didelegasikan.
Grafik perkembangan belajarnya pun mengalami penurunan. tidak seperti di masa awal masuk sekolah. duduk sejenak, ingat komitmen awal. berusaha memperbaiki. mencoba cara yang baru. ternyata istiqomah itu sulit "butuh perjuangan extra". berkali - kali kata "menyerah" menghampiri. tidak, mungkin cuma butuh istirahat sebentar.
Teringatlah semua nasehat yang ada :
cobaan menghafal quran itu, rezeki bertambah hingga dihadapkan pilihan bertahan atau berhenti menghafal. dulu, ada anak yang masyaAllah hafalan nya. rezeki orangtuanya terus bertambah hingga ia berhasil memenangkan project di daerah lain. dan mengharuskan anaknya ikut bersama nya dan berhenti menghafal (sekolah tahfiz).
pagi ini, banyak pertanyaan dalam hati yang tak mampu dijawab. dalam setiap langkah, kutanyakan padaNya. apa yang salah?. rekaman komitmen awal menemani langkahnya, melihatnya saat ini yang tertinggal dari temannya membuat banyak pertanyaan. butuh duduk sejenak. butuh merenung. terkadang ingin bertanya pada rekan senior "apa yang membuatnya bertahan di ranah publik?".
bukannya sama saja?ranah domestik dan ranah publik?
sama2 bekerja?dulu diranah domestik "bisa belajar apa saja sesua kebutuhan keluarga". saat ini diranah publik "terbatas belajarnya, cukup mempelajari sesuatu yang dianggap perlu untuk kebutuhan negara". apakah ini tentang penerimaan keluarga, masyarakat kepada kita?apakah semua hal perlu dibuktikan?
Awal melangkah diranah publik hatiku terus berkata "semoga bisa bermanfaat hari ini" karena yang dikorbankan tak ternilai harganya. pagi ini sempat terpikir "berdamailah dengan keadaan, tak ada yang perlu disalahkan. semua keputusan memiliki resiko". berdamailah, apabila ia harus didelegasikan. cobalah, perbaiki niat, ingat komitmen awal tadi?
dulu saat ditanya kenapa mendaftar "pns"?jawaban nya simple karena "mama"
saat ini saat disapa, "wahhh sudah pns, sudah banyak asetnya ini" dengan mudah terucap "ah tidak, semuanya karena ingin memberikan ia fasilitas supaya menjadi "hafiz quran"
yah. mungkin hanya perlu memperbaharui niat.
niat itu, di awal, ditengah dan diakhir. tugas kita hanya perlu memperbaharui niat setiap saat untuk bertahan. bertahanlah nak. tidak ada yang berubah. kami tetap menemani langkahmu.
Uwais 6 tahun 1 hari
Politeknik ATI Makassar

