Rabu, 22 April 2020

Tantangan yang berbeda

๐Ÿ˜€Bismillah๐Ÿ˜€


Setiap keluarga memiliki tantangannya masing-masing. work from home disetiap rumah itu berbeda. ada yang memanfaatkan dengan mencoba berbagai masakan. ada yang berbahagia karena bisa berjamaah sholat dengan suami. ada yang asyik ikut kursus online. ada yang fokus dengan tumbuh kembang anak. emm, ada yang seru-seruan nonton drama korea.

dulu nih yah. pernah bercita-cita bisa tetap bekerja walaupun dirumah. dengan maksud supaya keluarga tidak terabaikan. dan kini Allah mewujudkannya. namun tidak sesimple yang ada dibayanganku waktu itu.

materi di institut ibu profesional kelas matrikulasi masih terekam jelas. dan mencoba menerapkannya  dikondisi saat ini. berusaha profesional di jam kerja dengan tetap mengerjakan tugas kantor. di jam istirahat digunakan mencuci piring/masak/cuci pakaian. sore harinya harus sigap ketika abu uwais pulang kantor, siapkan cairan pembersih untuk semprot rumah, siapkan baskom dan sabun untuk rendam pakaian yang dipakai dari kantor, bahkan di awal2 wfh buat standar sendiri dengan langsung cuci pakaiannya. malam hari baru bisa temani uwais murojaah dan mengerjakan tugas sekolahnya yang juga (learning from home)

paragraf di atas adalah kondisi ideal. mau turunkan standar, berpikir keras karena saat ini kami melawan wabah. kondisi lika likunya "ada ia yang aslinya ngekor, selang beberapa menit akan ada teriakan ummmiiiiii". pernah mengisi kuliah online ia datang dengan redaksi "lapar ka ummi", pernah saat menjelaskan materi via zoom ia hadir dengan kata "lapar sekali ma ummi". ada ia yang ikut begadang saat seru-serunya kerja laporan. karena kasian pernah jam 8 malam kami harus tidur dengan maksud saat ia tertidur, saya bisa leluasa kerja tugas. walaupun sempat ikut tertidur, jam 10 malam diam2 saya bangun dan beranjak ke depan laptop dan yang terjadi adalah "ia pun ikut terbangun dengan alasan lapar" heh???sebelum tidur kan makan + minum susu. tidur 2 jam bisa membuat lapar kah? beberapa kali saat bangun dini hari, ia pun ikut bangun. terlalu indah rasanya masa ini untuk diselesaikan ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

12 - 14 maret 2020 dapat tugas dinas ke anyer, banten. sabtu siang 14 maret sudah di makassar. besoknya status banten adalah KLB (kejadian luar biasa) untuk wabah ini. senin dan selasa tetap masuk kantor rabu mulai work from home. yah disinilah tantangan itu dimulai.

saya yang berstatus odp resiko sedang (kata satgas covid-19 sulsel) lewat telpon "karena dari daerah pandemik" diharapkan karantina mandiri dirumah. yah saya menjalaninya dengan baik. 18 maret 2020 sampai hari ini saya belum pernah keluar rumah.

3 April 2020, abu uwais mengabarkan "ada temannya yang pdp" selama ini selalu bersama tugas penyemprotan desinfektan. saat ini temannya sudah diisolasi di rumah sakit. SOP dirumah makin diperketat. minuman probiotik siklus menjadi wajib. minta tolong mama di btp untuk dibuatkan sarabba setiap 2 hari dan abu uwais memilih tidur diruang tamu saat itu juga. untuk melindungi kami supaya tidak menjadi korban.

2 pekan telah terlewati dengan penuh perjuangan. bahagia rasanya masih bisa bertemu jumat 17 April 2020. rasa syukur yang luar biasa. tapi kondisi keluarga kami masih tahap waspada karena abu uwais masih tetap beraktivitas dikantor. walaupun saat ini status makassar PSBB. justru do'i tambah sibuk semenjak PSBB. banyak laporan yang harus di selesaikan dikantor.

ia perawat dan juga polisi, kantornya tepat dibelakang rs bhayangkara. di bulan maret lalu awal-awal work from home diberlakukan. masih ingatkan kasus di rajawali itu? do'i hampir tiap hari dapat tugas penyemprotan cairan desinfektan. teknisnya do'i menggunakan APD bekas "syukurnya saat do'i bertugas penyemprotan cairan desinfektan di daerah rajawali itu, cuaca cerah (terik matahari)" walaupun katanya cahaya matahari belum terbukti dapat membunuh virus itu.

kondisi kami juga masih fluktuasi. kadang flu (karena ada riwayat alergi di hidung). bahkan 3 hari ini sakit tenggorokan (mungkin pengaruh gorengan). biasa obatnya hanya susu kambing, minum 3 gelas yang hangat + istirahat, flu atau sakit tenggorokan nya hilang. tapi stok susu kambing saat ini rata2 kosong ๐Ÿ˜ข

Terima kasih kepada teman-teman yang mampu berbaik sangka atas ketidakmaksimalan kami dalam menjalani tugas. untuk teman-teman yang belum mampu berbaik sangka untuk itulah tulisan ini dibuat.

Maaf, karena belum mengunjungimu disaat berduka
Maaf, yang hanya rajin mengabsen itupun kadang terlambat
Maaf, karena tidak maksimal menemanimu belajar dirumah
Maaf, bila ada janji yang belum terpenuhi
Maaf, karena tidak bisa turun langsung dalam kegiatan penting ini

Bisa bertahan sejauh ini saja kami sangat bersyukur 

Marhaban Yaa Ramadhan
Ya Allah pertemukanlah kami dengan Ramadhan

22 April 2020
Aspol Panaikang yang digerbangnya sudah ada pos dan babang gojek/grab sudah dilarang masuk




Tidak ada komentar:

Posting Komentar