Selasa, 19 Desember 2017

Terima Kasih

😊bismillah😊

TERIMA KASIH

Terima kasih atas segala bantuan dan dukungannya sehingga detik ini saya mampu bangkit dan keluar dari cangkang

Terima kasih atas doa dan dukungannya kemarin,  sehingga target hari kemarin tercapai

Terima kasih atas bantuannya menjemput uwais dan membantuku menyelesaikan tugas domestik

Ada rasa syukur yang luar biasa yang dirasakan kemarin.

Pagi hari menyiapkan segala sesuatunya untuk uwais : mandi,  pakaian,  suapi sarapan, siapkan bekal (menu yg berbeda dengan sarapan)  sampai mengantarnya ke sekolah dengan riang.  Setelah itu lanjut ke kampus gowa bantu dosen andalanku (ranah publik)

Sesampainya dikampus baru sempat mengabarinya,  kalau sudah sampai dikampus dan minta doanya semoga sukses menjalani hari ini.

Seharian dikampus,  alhamdulillah berjalan lancar,  semuanya berjalan sesuai target.

Ketika pulang,  uwais baru bangun tidur (bersyukur ia tidur siang, jadi ada waktu bersamanya setelah sholat magrib murojaah bersama)  dan kondisi rumah rapih dan bersih sehingga enak dipandang (menjadi obat lelah)

Dibalik itu,  ada pengorbanan yang luar biasa darinya.  Ia yang siap menjemput uwais dan pulang lebih awal dari kantor untuk memastikan makan dan istirahat uwais cukup,  sehingga tidak mudah sakit dengan kondisi cuaca sekarang.

Ia yang mampu bekerja sama menjaga kerapihan rumah saat uwais tertidur dan saya mencoba menjalani hari diranah publik. Membuatku semakin bersemangat menjalani hari kedepannya.

Terkadang,  solusi itu didapatkan bukan dibanyaknya jam terbang tapi diridhonya keluarga kita.

Sesuai materi di matrikulasi institut ibu profesional :
Ranah domestik dan ranah publik itu sejalan,  tetapkan prioritas

Dannn
Saya menetapkan prioritas itu sesuai saran dari ibu septi (catatan oleh bunda dewi kp di hotel kenari makassar,  30 nov 2017)
"manajemen waktu erat kaitannya dengan manajemen prioritas. Utama jadi yang pertama. Setiap urutan harus didahului ridha urutan diatasnya. Misal :
1. Suami
2. Anak
3. Domestik
4. Publik
Untuk urusan anak(2), harus didahului ridha suami(1). Untuk urusan domestik (3) harus didahului ridha suami(1) dan anak(2) dan begitu seterusnya.

Pencapaian kemarin tidak terlepas dari ridho urutan yang diatas.

Terima kasih suamiku atas ridhonya kemarin.  Terima kasih anakku atas ijin nya (kembali ke kampus untuk urus wisuda)
Terima kasih IIP (institut ibu profesional)  terkhusus untuk bu septi melalui materi matrikulasi.

"Terlepas dari apapun pilihan kita,  tetaplah ikhlas dan bahagia" Bu Septi (ditulis oleh bunda dwi 4 des 2017)




😊😊😊
Berikut catatan lengkap bunda dewi kp
Diskusi bersama *Ibu Septi*
Hotel Kenari Tower, Makassar
Kamis, 30 November 2017

πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“

➡ Kita didesign melihat orang lain. Agar tidak stress, lihatlah diri sendiri (kemarin dan hari ini). Apakah progress atau jalan ditempat. Kuatkan agar sesuai milestone yang sdh kita buat saat Matrikulasi.
Kita tidak selamanya harus berada didepan. Misal :
Si A berada di 100km
Kita di 200km
Si B berada di 300km
Si C berada di 500km
Tidak apa-apa. Kita saling belajar. Baik dengan Si A, Si B maupun Si C. Belajar untuk bisa lebih, minimal untuk tidak jalan ditempat apalagi mundur

➡ Matrikulasi merupakan masa penjajakan untuk menemukan visi dan misi yang sejalan. Sedangkan Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Shalehah dibuat terpisah dengan waktu yang cukup lama agar kita tidak kebanyakan informasi dalam satu waktu yang bisa membuat kita kebingungan

➡ Sebaiknya kita menjalankan beberapa hal satu persatu (totalitas). Jangan disambi. Tujuannya agar fokus dan semuanya tidak berakhir setengah-setengah

➡ *7 to 7*

➡ Jika kita di Ranah Publik memiliki konsistensi tinggi, ketika masuk ke Ranah Domestik harus lebih tinggi lagi konsistensinya

➡ Salah satu ciri passion : Membuat kita lupa waktu setiap menjalankannya

➡ *JANGAN SOMBONG*Bukan kita tapi Allah lah yang membuat anak kita pintar. Kita sebagai orang tua hanya diberikan amanah untuk menjaga anak dengan sebaik mungkin. Maka janganlah meninggalkan anak, jalankan amanah dengan baik

➡ *Kesalahan Fatal*
Memisahkan sekolah dengan libur
Memisahkan kerja dengan libur
Karena kerja, rumah dsb merupakan kesatuan dalam rangka mendidik anak

➡ *Indikator mendidik anak*
- Iman, akhlak, adab, pola bicaranya
- Rasa ingin tahu
- Imajinasi .....
- Menemukan sesuatu
Selebihnya tidak tertarget (akan mengikuti)
_Evaluasi & catat seminggu sekali_

➡ Jika menemukan kebaikan anak : Puji dan catat
Jika menemui yang tidak/kurang baik dari anak : Tegur tapi jangan dicatat

➡ *One Day, One Ayat, One Amal*

➡ *RILEX*

➡ Manajemen Waktu erat kaitannya dengan Manajemen Prioritas. Utama jadi pertama. Setiap urutan harus didahului ridha urutan diatasnya. Misal,
1. Suami
2. Anak
3. Domestik
4. Publik
Untuk urusan anak (2), harus didahului ridha suami (1). Untuk urusan Domestik (3), harus didahului ridha suami (1) dan anak (2). Begitu seterusnya

➡ Tidak menerima kegiatan dadakan. List kegiatan dalam kurun waktu tertentu, kirim ke suami untuk mendapatkan ridha nya. Jika di izinkan silahkan dilanjutkan. Jika tidak harap tidak ngeyel. Tentunya setelah diskusi/negosiasi dengan komunikasi produktif tentunya.
_Tahan / lepas ambisi keinginan_

➡ *Skala Prioritas*
- Penting Mendesak
- Penting tidak Mendesak
- Mendesak tidak Penting
- Tidak Mendesak tidak Penting

➡ *TAAT* agar tidak berontak. Tidak taat rumah bisa menjadi panas

➡ *Rezeky bukan hanya materi*

➡ Jika ada yang kegiatan yang dirasa akan nanggung untuk diselesaikan cobalah untuk *mendelegasikannya*

➡ Anak boleh didelegasikan tapi kita terlebih dahulu mendidik pihak yang kita titipi
- Malam hari menyiapkan list kegiatan dan alat peraga untuk kegiatan esok harinya (seminggu 1 alat peraga)
- Siapkam catatan list pertanyaan dan jawaban yang mungkin muncul saat bersama anak
- Siapkan catatan cara memantik rasa anak
- Mengingatkan untuk ubah intonasi (Misal : *kamu kenapa sih?*menjadi *apa yang kamu rasakan?*disertai senyum 😊
Pastikan saat ada waktu yang kita lewati, kita tidak menemukan kekecewaan setelahnya

➡ Jika mendelegasikan anak, kita mengajar anak dan pihak yang dititipi (mendapat keberkahan double)

➡ Berikan hak minimal 5menit berharga bersama anak. Dipagi hari sebelum berangkat ke ranah publik. Dan 5menit setelah balik dari ranah publik menuju saat beristirahat
_pastikan komunikasi produktif_

➡ *Semua Wanita Sanggup*
Fitrah tubuhnya (fisiknya) kuat. Perkuat doa agar lebih manfaat dan berkah

➡ Didalam rezeky suami juga ada bagian rezeky istri. Karena Allah ridha, istri mendidik anak dsb

➡ *Jangan sombong agat berkah tidak hilang*

➡ *BANTU SUAMI MELEPAS KEJENUHAN*

➡ Hadirnya suami menambah kuat. Suami tidak terlibat, tidak apa-apa asal tidak mengganggu. Jangan membandingkan dengan orang lain. Jaga komunikasi produktif *Clear and Clarify*

Sabtu, 16 Desember 2017

Berkebun

😊bismillah😊

#HariKesepuluh
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "Berkebun"

Hari ini ikut acara berkebun yang diadakan HSMN (Homeschooling Muslim Nusantara)

Diantara semua kegiatan,  uwais hanya mau ikut kegiatan memanen dan pengenalan bagian tanaman.

Cabut rumput,  mencangkul,  menanam dan memupuk tidak ia ikuti.  Karena kondisi tanah yang becek,  ia tak mau kotor,  takut ada yang tusuk dan banyak alasan lainnya

Selama kegiatan ia juga minta digendong terus. Ia lagi manja.  Disini sayapun belajar.  Ia tidak begitu antusias mengikuti kegiatan karena sebelumnya belum diberikan pemahaman tentang "berkebun"

Setelah kegiatan menanam dan memupuk,  saya sempat membujuknya "uwais,  menanam ki supaya nanti bisa tumbuh dan hasilnya bisa buat ummi untuk masak"

Setelah itu uwais siap kotor sedikit saat kegiatan panen (mencabut kangkung)

Kamis, 14 Desember 2017

Infaq

😊bismillah😊

#HariKesembilan
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "infaq"

Sudah kurang lebih 1 bulan uwais masuk sekolah,  di sekolah biasa disediakan kotak infaq untuk masjid.  Dan setiap hari nya anak-anak ditanya "siapa yang mau berinfaq? " oleh gurunya.

Setiap hari saya menitipkan uang infaq d kantong celananya atau tas bagian samping lalu memberi tau gurunya saat mengantarkan ia ke sekolah

Hari ini,  saat memberinya uang infaq "uwais, ini uang infaq nya"
Ia jawab " tidak mau berinfaq"

Nampaknya selama ini,  saya hanya membiasakan nya ber infaq tanpa memberikan penjelasan mengapa harus berinfaq

Saya pun menjawab,
Saya mau berinfaq,  karena dapat pahala,  pahalanya juga bisa didapat oleh mama bapakku bahkan nenek ku

Ia pun menyela,
Untuk nenek una juga? Yang sudah meninggal?

Saya menjawab dengan penuh keyakinan
"iyya donk"

Ia pun segera teriak "mau ka (saya mau)  juga berinfak"

Segera ku masukkan uang infaq dikantong celana nya pagi ini,  dan ku ingatkan lagi saat melepasnya disekolah tadi

"uwais,  ingat ki berinfaq nah.  Dimana uang infaq ta kita simpan?

Uwais jawab "dikantong"
😊😊😊


Pilih Baju

😊bismillah😊

#HariKedelapan
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema kemarin "Pilih Baju"

Kemarin pagi,  ia bangun agak rewel.  Tidak seperti biasanya.  Mulai membujuknya mandi saja butuh waktu lebih dari biasanya.  Selama proses mandi juga penuh drama.  Masih mau main air dan semacamnya.

Selesai mandi,  seperti biasanya saya menawarkan satu baju untuk dipakai "ini bagus dipakai ke sekolah" ia pun menjawab "tidak ku suka" mencoba mengambilkan baju yang lain "lebih tidak disuka" πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Saat membandingkan kedua baju tersebut.
Ia sempat blg "ini tidak ku suka,  ini tidak kusuka"

Saat mw menaruhnya kembali ke lemari,  ia teriak "yang itu mo (saja)"
Ia memilih baju yang pertama yang ditawarkan tadi.

Kemarin itu,  ia baru bisa siap ke sekolah selama kurang lebih 1 jam (mandi dan berpakaian)  padahal biasanya setengah jam sudah siap (mandi,  pakaian bahkan makan)

Tapi alhamdulillah kemarin tidak terlambat masuk sekolah,  karena saya terpaksa tidak mandi saat mengantarnya ke sekolah
Sekali kali turunkan standart diri untuk melatih anak disiplin masuk sekolah








Selasa, 12 Desember 2017

Makan

😊bismillah😊

#HariKetujuh
#Tantangan10hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "makan"

Pagi ini,  uwais sudah mandi di jam7. Tapi saya belum mandi dan sebagainya.  Sedangkan kami harus berangkat dari rumah pukul 07.30 atau 07.40 supaya tidak terlambat.

Supaya bisa persiapan,  saya membujuk uwais untuk makan sendiri.  Awalnya ditolak,  ia mau disuapi tapi setelah menjelaskan padanya kalau kami bisa terlambat kalau mau disuapi karena ummi belum mandi,  akhirnya ia mau makan sendiri.

Selain itu,  sempat membujuknya dengan

"tidak apa-apa kalau makanan ta jatuh2"
Nanti dibantu bersihkan.

"nanti kalo ummi sudah siap,  baru disuapi"

😊😊😊
Ia pun makan sendiri pagi ini.

Senin, 11 Desember 2017

Wudhu

😊bismillah😊

#HariKeenam
#Tantangan10hari
#Level2
#KulianBunSayIIP
#MelatihKemandirian

KEMANDIRIAN ANAK

Tema hari ini "wudhu"

Semenjak masuk sekolah,  ia terbiasa sholat dhuha, sebelum mulai belajar dikelas.  Ia pun selalu melafalkan tata cara berwudhu yang ber irama sesuai arahan bundanya disekolah.  Saya yang mendengarnya terinspirasi menyuruhnya wudhu sendiri ketika azan magrib tadi.

Ia dengan senang pergi ke tempat wudhu dan nyanyi "baca bismillah lalu cuci tangan,  kumur-kumur sampai hidung, πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Setiap tahap ia bertanya,  apa lagi,  apa lagi hingga membasuh kedua kaki.

Walaupun pakaiannya basah,  setidaknya untuk langkah awal ini sudah cukup memuaskan kami sebagai orangtuanya.